Aksi Ambil Untung dan Tensi Geopolitik Mereda, Harga Emas Dunia Tergelincir
STOCKWATCH.ID (CHICAGO) โ Harga emas dunia berakhir melemah pada penutupan perdagangan Jumat (16/1/2026) waktu setempat atau Sabtu pagi (17/1/2026) WIB. Penurunan harga terjadi setelah investor ramai-...
"Ini adalah kemunduran umum dalam kompleks komoditas setelah berminggu-minggu mengalami kenaikan agresif, dengan beberapa aksi ambil untung. Deeskalasi ketegangan Timur Tengah juga telah menghilangkan sebagian premi geopolitik pada emas dan logam lainnya, terutama perak," kata Meir.
Situasi geopolitik memang tampak lebih tenang. Protes di Iran mulai mereda. Presiden AS Donald Trump memilih pendekatan menunggu dan melihat situasi. Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin bergerak untuk memediasi keadaan di Iran guna meredakan ketegangan.
Dari sisi kebijakan moneter, The Federal Reserve diperkirakan akan menahan suku bunga selama paruh pertama tahun ini. Data LSEG menunjukkan pemotongan suku bunga pertama sebesar 25 basis poin diproyeksikan baru terjadi pada bulan Juni.
Aset safe-haven seperti emas biasanya berkinerja baik saat terjadi ketidakpastian geopolitik dan ekonomi. Lingkungan suku bunga rendah juga mendukung penguatan harga emas.
Walaupun terjadi penurunan jangka pendek, Meir masih optimis terhadap prospek harga emas tahun ini.
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...
- Buat Lunasi Utang, Tower Bersama (TBIG) Siap Rilis Surat Utang US$900 Juta
- Alfamart (AMRT) Tebar Dividen Jumbo Rp1,7 Triliun, Investor Kantongi Rp41,5 per...
- Emas Dunia Bangkit Berkat Sinyal Damai AS-Iran, Namun Tertekan Sepanjang Mei
- Peluang Damai AS-Iran Menguat, Harga Minyak Brent Cetak Kerugian Bulanan Terbesa...
- Data Inflasi PCE Sesuai Ekspektasi, Harga Emas Dunia Tetap Turun Tiga Hari Berun...
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...