AkzoNobel Meroket 20% dan Sektor Otomotif Melaju, Bursa Saham Eropa Berakhir Hijau
STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada akhir perdagangan Rabu (27/5/2026) waktu setempat. Investor merespons positif aksi korporasi besar di sektor industri dan kenaikan data...
Kalcernomic STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada akhir perdagangan Rabu (27/5/2026) waktu setempat. Investor merespons positif aksi korporasi besar di sektor industri dan kenaikan data pendaftaran mobil baru di kawasan tersebut.
Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir naik 0,03% ke posisi 628,18. Mayoritas bursa utama di kawasan tersebut mendarat di zona hijau. Indeks CAC 40 Perancis naik 0,43% ke level 8.207,89.
Indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,13% ke level 10.505,01. IBEX 35 Spanyol meningkat 0,49% ke level 18.380,90. Sementara itu, DAX Jerman terkoreksi tipis 0,03% ke posisi 25.177,80.
Saham AkzoNobel menjadi bintang utama dengan lonjakan harga hingga 20%. Produsen cat merek Dulux asal Belanda ini menolak tawaran akuisisi tunai dari Nippon Paint dan Sherwin-Williams. Tawaran tersebut bernilai 73 euro atau sekitar USD 85 per saham.
Dewan direksi AkzoNobel secara bulat tetap merekomendasikan rencana merger dengan Axalta. Manajemen menilai tawaran dari pesaing tersebut belum layak secara nilai.
"Tawaran itu tidak mendekati untuk mencerminkan nilai dan prospek jangka panjang kami secara memadai," tulis manajemen AkzoNobel dalam pernyataan resminya.
Pihak perusahaan juga mengkhawatirkan perlindungan bagi para investor mereka. "Ketidakpastian kesepakatan yang ditawarkan tidak memadai atas pemisahan bisnis, dengan pemegang saham kami tidak terlindungi secara memadai," tambah manajemen.
Sektor otomotif Eropa juga tampil perkasa dengan kenaikan 2,6%. Penguatan ini dipicu oleh data ACEA yang menunjukkan kenaikan pendaftaran mobil baru sebesar 5,1% secara tahunan di Uni Eropa. Saham Renault melonjak 4,1%, Stellantis naik 3,8%, dan Volkswagen menguat 2,4%.
Di sisi lain, pasar terus memantau ketegangan militer antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Kondisi ini membuat harga minyak dunia fluktuatif namun tetap bertahan di bawah level USD 100. Minyak mentah Brent turun 3,4% ke posisi USD 96,17 per barel, sementara minyak WTI turun 3,7% ke level USD 90,40 per barel.
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, memberikan pernyataan tegas mengenai jalur perdagangan di wilayah konflik tersebut. Rubio memastikan akses pelayaran global akan tetap diupayakan.
"Selat Hormuz harus dibuka dengan satu atau lain cara," tegas Rubio.
Sentimen pasar sedikit tertahan oleh tuduhan pelanggaran gencatan senjata dari kementerian luar negeri Iran terhadap AS. Namun, investor tetap optimistis setelah Presiden Donald Trump mengisyaratkan adanya kemajuan dalam negosiasi perdamaian melalui unggahan di media sosial.