Bakrie & Brothers Terbitkan Right Issue Jumbo Rp4,76 Triliun Buat Bayar Utang
STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) berencana menggelar penawaran umum terbatas (PUT) V atau right issue dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 89.919.939.078 unit saham baru...
Kalcernomic STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) berencana menggelar penawaran umum terbatas (PUT) V atau right issue dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 89.919.939.078 unit saham baru seri E dengan nominal Rp12 per unit dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) pada Juni 2026.
Rencana penerbitan saham baru atau right issue telah mendapatkan persetujuan persetujuan dari pemegang saham Perseroan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) BNBR yang dilaksanakan pada 27 Februari 2026. PMHMETD tersebut juga telah mendapat Pernyataan Pendaftaran Perseroan tersebut telah dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan atau OJK.
Harga pelaksanaan right issue ditetapkan sebesar Rp53 per lembar sehingga perseroan berhasil mengantongi dana jumbo sebesar Rp4,76 triliun. Seluruh saham yang ditawarkan dalam PMHMETD V tersebut dikeluarkan dari saham portepel yang akan dicatatkan di BEI.
Berdasarkan prospektus rencana PMHMETD yang dipublikasikan di Jakarta, Senin 25 Mei 2026, seluruh dana yang diperoleh dari hasil right issue tersebut setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, sebesar Rp3,666 triliun akan digunakan oleh BTI, anak perusahaan Perseroan, untuk pembayaran seluruh pokok pinjaman kepada Hartman International Pte. Ltd. (“Hartman”)
Sebesar Rp200 miliar akan dipergunakan oleh BCONS, anak perusahaan Perseroan, untuk modal kerja proyek seperti pembelian bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya akomodasi dan biaya lain-lain terkait proyek-proyek BCONS yang akan diberikan melalui penyetoran modal dari Perseroan kepada BCONS.
Sebesar Rp40 miliar akan dipergunakan oleh CCT, anak usaha Perseroan, untuk penyertaan modal pada perusahaan patungan (joint Venture) yang akan dibentuk kemudian, dimana dana ini akan digunakan perusahaan patungan untuk belanja modal dalam rangka pembangunan rest area di jalan tol Cimanggis-Cibitung yang akan diberikan melalui penyetoran modal dari Perseroan kepada CCT.
Sedangkan sisanya akan dipergunakan oleh Perseroan untuk modal kerja Perseroan seperti biaya gaji, sewa kantor dan biaya operasional lainnya.
Port Fraser International Ltd sebagai pemegang saham utama Perseroan sebanyak 38.857.777.917 saham atau sebesar 22,41% yang akan memperoleh sebanyak 20.148.477.438 HMETD, dimana berdasarkan surat tertanggal 13 Mei 2026 Port Fraser International Ltd tidak melaksanakan seluruh HMETD dan akan mengalihkan seluruh HMETD kepada PT Bakrie Capital Indonesia (“BCI”) yang juga selaku Pembeli Siaga dalam PMHMETD V Perseroan. Port Fraser International Ltd tidak memiliki hubungan afiliasi dengan BCI.
Fountain City Investment Ltd sebagai pemegang saham utama Perseroan sebanyak 38.445.133.000 saham atau 22,17% akan memperoleh sebanyak 19.934.513.407 HMETD, dimana berdasarkan surat tertanggal 13 Mei 2026 Fountain City Investment Ltd tidak melaksanakan seluruh HMETD dan akan mengalihkan seluruh HMETD kepada BCI yang juga selaku Pembeli Siaga dalam PMHMETD V BNBR. Fountain City tidak memiliki hubungan afiliasi dengan BCI.
BCI sebagai pihak yang akan menerima sebanyak 40.082.990.845 HMETD dari Port Fraser International Ltd dan Fountain City Investment Ltd berencana untuk melaksanakan seluruh HMETD tersebut berdasarkan surat pernyataan tertanggal 25 Mei 2026 dengan harga pelaksanaan sebesar Rp53 setiap saham sehingga seluruhnya berjumlah Rp2,124 triliun. BCI memiliki dana cukup untuk melaksanakan HMETD yang diterima. (konrad)