BEI Jadi Tuan Rumah ASEAN Climate Forum 2026, Dukung Implementasi Transisi Energi

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengambil peran strategis dalam mendorong implementasi keuangan berkelanjutan dan perdagangan karbon dengan menjadi salah satu penyeleng...

BEI Jadi Tuan Rumah ASEAN Climate Forum 2026, Dukung Implementasi Transisi Energi
Bacakan Artikel

Selain unit karbon, produk lain juga kami harapkan dapat mendorong pendanaan yang lebih hijau seperti disclosure aspek keberlanjutan yang lebih baik, indeks saham bertema ESG, obligasi bertema ESG, dan konsep green equity designation,” ujar Jeffrey dalam keterangan resmi, Kamis (12/2/2026).

Komitmen tersebut juga tercermin dari perkembangan aktivitas keuangan bertema ESG di BEI sepanjang tahun 2025 yang menunjukkan pertumbuhan signifikan. Jumlah pencatatan obligasi/sukuk untuk produk Green, Social, Sustainable & Sustainable Linked meningkat signifikan dengan total perolehan dana mencapai Rp35,5 triliun pada tahun 2025, atau mengalami kenaikan 110% dibandingkan tahun 2024 yakni sebesar Rp11,5 Triliun.

Sepanjang tahun 2025, BEI juga meluncurkan sejumlah inisiatif strategis, antara lain: 1) peluncuran pelaporan ESG Metrics untuk penyampaian pelaporan tahunan, keberlanjutan, dan ESG di sistem Sarana Pelaporan Elektronik Terintegrasi (SPE-IDXNet) bagi perusahaan tercatat pada 22 Januari 2025, 2) penyelenggaraan program pelatihan IDXNet Zero Incubator 2025, 3) kerja sama ESG rating dengan beberapa penyedia ESG rating global, dan 4) peluncuran website IDX Sustainability (https://sustainability.idx.co.id/) pada 20 November 2025.

Kinerja positif juga terlihat pada perdagangan karbon melalui IDXCarbon. Sepanjang tahun 2025, berbagai indikator seperti volume transaksi, nilai transaksi, frekuensi transaksi, jumlah unit karbon yang retired, jumlah proyek tercatat, dan jumlah unit karbon tercatat mencatatkan pencapaian tertinggi sejak berdirinya IDXCarbon pada September 2023. Selama tahun 2025, volume transaksi tercatat sebesar 903.915 tonCO2e, dengan nilai transaksi mencapai Rp36,37 miliar dan frekuensi transaksi sebanyak 213 kali transaksi.

Selain itu, volume retirement karbon tercatat sebesar 574.324 tonCO2e, seiring dengan meningkatnya jumlah proyek SPE-GRK yang tercatat sebanyak 9 proyek. Jumlah pengguna jasa juga meningkat menjadi 150 pengguna jasa, termasuk partisipasi 7 pengguna jasa asing, sejalan dengan peluncuran perdagangan karbon internasional melalui IDXCarbon pada 20 Januari 2025 lalu.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: