BEI Resmi Luncurkan SPPA Repo, Transaksi Tembus Rp1 Triliun di Hari Pertama! Target 2025 Rp200 Triliun!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi meluncurkan transaksi Repurchase Agreement (Repo) di Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif (SPPA) pada Senin (10/3/2025). Peluncuran ini menj...

BEI Resmi Luncurkan SPPA Repo, Transaksi Tembus Rp1 Triliun di Hari Pertama! Target 2025 Rp200 Triliun!
Bacakan Artikel

STOCKWATCH.ID Kalcernomic STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi meluncurkan transaksi Repurchase Agreement (Repo) di Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif (SPPA) pada Senin (10/3/2025). Peluncuran ini menjadi tonggak baru dalam perdagangan surat utang dan pasar uang di Indonesia.

Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik, mengungkapkan sejak diluncurkan, SPPA telah mengalami pertumbuhan pesat. Peningkatan terlihat dari total nilai transaksi, pangsa pasar, hingga inovasi fitur dan teknologi yang semakin canggih.

"Tahun 2024, total nilai transaksi SPPA mencapai Rp246,1 triliun, naik lebih dari 76% dibandingkan tahun sebelumnya," kata Jeffrey dalam konferensi pers peluncuran SPPA Repo di Jakarta, Senin (10/3/2025). Pangsa pasar inter-dealer juga meningkat drastis. Dari sebelumnya hanya 9% di tahun 2023, kini telah mencapai 16% dari total transaksi over-the-counter (OTC), atau naik sebesar 77%.

Peluncuran transaksi repo di SPPA menjadi langkah strategis BEI untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, serta likuiditas perdagangan surat utang. Saat ini, ada 39 pengguna jasa aktif SPPA yang memiliki rata-rata nilai transaksi harian lebih dari Rp1 triliun. Mereka kini dapat langsung menggunakan layanan transaksi repo surat utang di platform ini.

Tak hanya itu, SPPA juga menargetkan peningkatan jumlah pengguna di semester pertama 2025. BEI terus memperluas segmen pengguna dengan menggandeng berbagai pelaku pasar, seperti perbankan, bank pembangunan daerah (BPD), sekuritas, serta money broker.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: