Stockwatch.id Versi penuh
Market

BEI Tanya Soal Go Private, MAPI Ungkap UBO Masih Sepupu dan Ambisi Ekspansi ASEAN

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) akhirnya buka suara menjawab rentetan pertanyaan Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal ini terkait rencana pengalihan saham pengendali dari...

Oleh Daiz 21 May 2026 19:54 3 menit baca

Kalcernomic STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) akhirnya buka suara menjawab rentetan pertanyaan Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal ini terkait rencana pengalihan saham pengendali dari PT Satya Mulia Gema Gemilang (SMGG) kepada Pacific Universal Investments Pte. Ltd. (PUI).

Corporate Secretary MAPI, Eva Andrianie menjelaskan, keputusan SMGG melepas kepemilikannya karena ingin lebih fokus berinvestasi pada lini bisnis lain. SMGG berharap MAPI dapat berkembang lebih pesat di bawah kendali PUI yang berkolaborasi dengan CVC.

"Tujuan pengambilalihan adalah untuk mengembangkan usaha group MAPI di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara," tulis Eva dalam surat tanggapan kepada Bursa, dikutip kamis (21/5/2026).

Eva mengungkapkan, hubungan antara kedua pihak sebenarnya sangat dekat. Pemilik manfaat akhir atau Ultimate Beneficial Owner (UBO) dari PUI dan SMGG ternyata masih memiliki hubungan kekeluargaan sebagai sepupu.

Karena hubungan saudara tersebut, proses penjajakan berlangsung secara langsung. "Tidak ada pihak perantara dalam proses penjajakan strategis yang melatarbelakangi hubungan ini," tegasnya.

Meski secara korporasi tidak ada hubungan afiliasi, Eva tidak menampik adanya kesamaan personel di jajaran manajemen. Sean Gustav Standish Hughes diketahui menjabat sebagai Direktur MAPI sekaligus Direktur PUI. Begitu juga dengan Zoee Ho Ziwei yang merupakan Komisaris MAPI sekaligus Direktur PUI.

Proses pengalihan saham ini sudah dimulai sejak penandatanganan kesepakatan (Conditional Share Purchase Agreement/CSPA) pada 15 Mei 2025. Transaksi tersebut dinyatakan rampung atau closing pada 8 Mei 2026.

Sebagai pemegang saham pengendali baru, PUI akan melaksanakan Penawaran Tender Wajib atau Mandatory Tender Offer (MTO). PUI berencana membeli sisa saham publik maksimal sebesar 8,13 miliar saham atau setara 49% dari total saham MAPI.

Menariknya, PUI mematok harga MTO di level premium sebesar Rp1.550 per saham. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata harga tertinggi saham MAPI selama 90 hari terakhir yang sebesar Rp1.274 per saham.

"PUI bermaksud memberikan harga premium kepada pemegang saham publik," tambah Eva.

Berdasarkan jadwal, periode MTO diperkirakan berlangsung pada 18 Juni hingga 17 Juli 2026. Adapun proses pembayaran kepada pemegang saham yang mengikuti tender akan dilakukan pada 29 Juli 2026.

Mengenai profil pengendali baru, PUI merupakan perusahaan investasi yang berbasis di Singapura. Perusahaan ini dimiliki 100% oleh Michelle Liem Mei Fung melalui skema kepemilikan bertingkat.

Setelah transaksi ini, komposisi pemegang saham MAPI terdiri dari PUI sebesar 51% (8,46 miliar saham) dan masyarakat sebesar 49% (8,13 miliar saham). Total modal disetor penuh mencapai 16,6 miliar saham dengan nilai nominal Rp830 miliar.

Kepada Bursa, Eva juga memastikan bahwa masuknya PUI tidak akan mengubah arah bisnis perusahaan. Tidak ada rencana perubahan strategi, diversifikasi, maupun perubahan bidang usaha dalam waktu dekat.

Manajemen MAPI juga menegaskan hingga saat ini pengendali baru tidak memiliki rencana untuk membawa perusahaan keluar dari bursa atau go private. Seluruh operasional tetap berjalan sesuai dengan rencana strategis yang telah ditetapkan sebelumnya.

Topik terkait
BEI ASII Laporan Keuangan Laba Astra International PT Mitra Adiperkasa Saham MAPI MAPI DIakuisisi Tender Offer MAPI Pemilik Manfaat Akhir MAPI