BNI Sekuritas: Awal Pekan Zona Hijau, Pantau 4 Saham Ini
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan ini diproyeksikan menguat. Investor dapat mencermati saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT United Tractors Tbk (...
Bacakan Artikel
STOCKWATCH.ID Kalcernomic
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan ini diproyeksikan menguat. Investor dapat mencermati saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA). Head of Technical Analyst Research BNI Sekuritas, Andri Zakarias Siregar mengatakan, secara teknikal peluang IHSG untuk rebound di awal pekan ini masih terbuka, dari pola konsolidasi, candle spinning top dan selama di atas 5 day MA. โTrend bullish, selama di atas 7.064. IHSG closing diatas 5 day MA (7.160). Indikator MACD bullish, stochastic oversold, masih dalam pola bearish channel, candle shooting star. Selama di atas support 7.064, IHSG masih berpeluang bullish, target 7.070 (DONE), 7.130 (DONE)- 7.175 (DONE) - 7.218 (DONE)/7.258. Dominan power buy. Range breakout berada di 7.021 - 7.258,โ ujar Andri dalam risetnya, Senin (5/9). Level resistance indeks pada perdagangan hari ini berada di 7.206/7.230/7.258/7.320, sementara level support berada di 7.160/7.123/7.064/7.016, dengan perkiraan range 7.120 - 7.250. Lebih lanjut, Research Analyst BNI Sekuritas Maxi Liesyaputra menambahkan, Jumat lalu indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 1,07%, begitu juga dengan S&P 500 yang terkoreksi 1,07%, bahkan indeks Nasdaq turun lebih dalam sebesar 1,31%. Pergerakan ini seiring dengan data ketenagakerjaan yang bagus berupa non-farm payroll sebesar 315.000 (di atas ekspektasi) yang dinilai belum dapat mengurangi kekhawatiran bahwa The Fed akan terus menaikkan suku bunga secara agresif untuk mengatasi inflasi. Sementara itu, bursa Eropa menguat signifikan, bahkan DAX Performance Index dan CAC 40 masing-masing menguat 3,33% dan 2,21%. Euro melaporkan PPI (producer price index) sebesar 37,9% YoY pada Juli 2022, di atas ekspektasi. Selanjutnya, bursa regional Asia Pasifik mencatat pergerakan yang beragam. Hang Seng dan TSEC Weighted Index mengalami penurunan yang cukup signifikan, sementara BEI dan SSE Composite Index menguat. Investor dapat mencermati saham BMRI dengan rekomendasi BUY 8.725 - 8.800 target 8.925/9.075 stop loss di bawah 8.450. Kemudian saham UNTR direkomendasikan SPECULATIVE BUY target 34.550/35.400 stop loss di bawah 32.500 Investor juga dapat mencermati saham DOID dengan strategi investasi SPECULATIVE BUY target 432/444 stop loss di bawah 388 dan saham WIKA direkomendasikan BUY 1.040 - 1.050 target 1.100/1.130 stop loss di bawah 980.Baca Juga
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...
- Buat Lunasi Utang, Tower Bersama (TBIG) Siap Rilis Surat Utang US$900 Juta
- Alfamart (AMRT) Tebar Dividen Jumbo Rp1,7 Triliun, Investor Kantongi Rp41,5 per...
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...
- Buat Lunasi Utang, Tower Bersama (TBIG) Siap Rilis Surat Utang US$900 Juta
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Alfamart (AMRT) Tebar Dividen Jumbo Rp1,7 Triliun, Investor Kantongi Rp41,5 per...