BSI Catat DPK Rp323 Triliun di Semester I 2025, Naik 8,83% Ditopang Dua Faktor Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Direktur Finance and Strategy PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Ade Cahyo Nugroho,  mengemukakan, strategi yang mendorong kinerja solid BSI sepanjang semester I 2025 adalah...

BSI Catat DPK Rp323 Triliun di Semester I 2025, Naik 8,83% Ditopang Dua Faktor Ini
Bacakan Artikel

Kalcernomic STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Direktur Finance and Strategy PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Ade Cahyo Nugroho,  mengemukakan, strategi yang mendorong kinerja solid BSI sepanjang semester I 2025 adalah pengelolaan dana murah.

Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI tumbuh konsisten  dengan Tabungan sebagai engine growth, sehingga menjaga komposisi Dana Murah (CASA) di level 61,78% atau Rp199,48 triliun. Ekosistem payroll dan haji terbukti mampu mendorong pertumbuhan DPK 8,83% (YoY) mencapai Rp323 triliun. Tabungan BSI mencapai Rp141,30 triliun, tumbuh 9,71% (YoY).

“Melesatnya bisnis berbasis emas, kata Ade Cahyo, meningkatkan pendapatan margin perseroan ke level Rp14,09 Triliun, tumbuh 16,61% (YoY) serta pendapatan berbasis fee menjadi Rp2,94 triliun, naik 18,37%. Di sisi lain, peningkatan DPK menjaga aset BSI pada angka Rp401 triliun,” katanya dalam paparan kinerja BSI triwulan II 2025 di Jakarta, Senin (22/9/2025).

Layanan bulion bank yang dibuka pada Februari 2025 juga turut berkontribusi pada kinerja perseroan karena dapat menghasilkan fee based income dari transaksi jual dan beli emas melalui BYOND. Total Tabungan Emas masyarakat telah menyentuh satu ton.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: