Bursa Asia-Pasifik Bervariasi, China Alami Penurunan Tajam, Kospi Melonjak
STOCKWATCH.ID (TOKYO) โ Bursa saham Asia-Pasifik ditutup bervariasi pada Jumat sore (3/1/2025). Beberapa pasar mengalami kenaikan, sementara yang lainnya, terutama di China, mengalami penurunan tajam....
Di pasar obligasi China, imbal hasil obligasi 10 tahun mencapai level terendah sepanjang sejarah, yaitu 1,598%.
Untuk mengatasi situasi ini, pemerintah China berencana meningkatkan penerbitan obligasi ultra-panjang. Mereka juga akan memberikan subsidi untuk pembelian barang seperti smartphone dan tablet. Selain itu, pemerintah akan mendukung pekerja ekonomi gig dan memperluas pelatihan vokasi.
Namun, kebijakan kontroversial juga muncul. China mengusulkan pembatasan ekspor teknologi yang digunakan untuk membuat komponen baterai dan mengolah mineral kritis seperti lithium dan gallium.
Di Korea Selatan, pasar saham menunjukkan kinerja positif. Indeks Kospi melonjak 1,79%, sedangkan indeks Kosdaq naik 2,79%. Saham SK Hynix pun menguat 6,25% setelah perusahaan tersebut mengumumkan rencana menjadi "penyedia memori AI penuh" di ajang CES 2025.
- 1
- 2
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...
- Buat Lunasi Utang, Tower Bersama (TBIG) Siap Rilis Surat Utang US$900 Juta
- Alfamart (AMRT) Tebar Dividen Jumbo Rp1,7 Triliun, Investor Kantongi Rp41,5 per...
- Stock Futures Bergerak Datar, Wall Street Menunggu Kepastian dari Timur Tengah
- Wall Street Tutup Mei dengan Rekor Baru, Saham Dell Melonjak 33% di Tengah Eufor...
- Harapan Gencatan Senjata AS-Iran Menguat, Bursa Eropa Kompak Parkir di Zona Hija...
- Pendapatan Bhuwanatala Indah Permai (BIPP) Turun 42,2% di Kuartal I 2026, Ini Pe...
- BRI Perpanjang Promo KPR Solusi hingga Juni 2026, Bunga Mulai 2,50% dan Tenor Sa...