Bursa Saham Eropa Kompak Menguat Meski Pengangguran Inggris Capai Rekor Tertinggi
STOCKWATCH.ID (LONDON) โ Bursa saham Eropa ditutup menguat pada akhir perdagangan Selasa (17/2/2026) waktu setempat. Pergerakan ini terjadi di tengah rilis data ketenagakerjaan Inggris yang mengecewak...
โPengangguran Inggris sekarang berada pada โtingkat tertinggiโ sejak Januari 2021,โ ujar Fuller dalam keterangannya.
Data menunjukkan jumlah pekerja yang terdaftar dalam penggajian turun 0,4% secara tahunan menjadi 30,3 juta orang pada Januari 2026. Hal ini memicu spekulasi pemangkasan suku bunga oleh Bank of England (BoE). Pelaku pasar kini memprediksi adanya peluang sebesar 75% untuk penurunan suku bunga pada bulan depan.
โDengan ekonomi Inggris yang hampir mendatar dan pasar tenaga kerja yang melemah, inflasi yang menurun akan menjadi kepingan terakhir dari teka-teki yang dibutuhkan komite penetapan suku bunga Bank untuk menarik tuas stimulus moneter,โ tambah Fuller.
Di sisi lain, inflasi Jerman tercatat sebesar 2,1% pada Januari 2026. Angka ini naik dari posisi 1,8% pada bulan sebelumnya. Ruth Brand, Presiden Kantor Statistik Federal Jerman, mengonfirmasi tren kenaikan harga tersebut.
โKenaikan harga konsumen secara keseluruhan meningkat pada awal tahun,โ tegas Brand dalam rilis resminya.
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...
- Buat Lunasi Utang, Tower Bersama (TBIG) Siap Rilis Surat Utang US$900 Juta
- Alfamart (AMRT) Tebar Dividen Jumbo Rp1,7 Triliun, Investor Kantongi Rp41,5 per...
- Stock Futures Bergerak Datar, Wall Street Menunggu Kepastian dari Timur Tengah
- Wall Street Tutup Mei dengan Rekor Baru, Saham Dell Melonjak 33% di Tengah Eufor...
- Harapan Gencatan Senjata AS-Iran Menguat, Bursa Eropa Kompak Parkir di Zona Hija...
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%