Bursa Saham Eropa Tertekan Gara-Gara Inflasi AS Naik Di Luar Perkiraan
STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa Saham Eropa mengalami tekanan berat pada penutupan perdagangan hari Kamis (10/10/2024) waktu setempat. ini dipicu oleh data inflasi Amerika Serikat yang lebih tinggi dar...
Sementara itu, saham GSK, perusahaan farmasi asal Inggris, mengalami lonjakan 3,2%. Kenaikan ini terjadi setelah GSK mencapai kesepakatan untuk membayar hingga US$2,2 miliar guna menyelesaikan gugatan di Amerika Serikat terkait obat asam lambung Zantac.
Kabar dari Jerman juga memberikan tekanan tambahan pada pasar Eropa. Pemerintah Jerman memperkirakan negara tersebut akan mengalami resesi selama dua tahun berturut-turut, sesuatu yang belum pernah terjadi dalam dua dekade terakhir. Kekhawatiran resesi ini menambah ketidakpastian di tengah inflasi yang membandel di AS.
Mayoritas anggota rapat Federal Reserve mendukung pemangkasan suku bunga yang lebih besar untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah inflasi yang terus meningkat.
- 1
- 2
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...
- Buat Lunasi Utang, Tower Bersama (TBIG) Siap Rilis Surat Utang US$900 Juta
- Alfamart (AMRT) Tebar Dividen Jumbo Rp1,7 Triliun, Investor Kantongi Rp41,5 per...
- Stock Futures Bergerak Datar, Wall Street Menunggu Kepastian dari Timur Tengah
- Wall Street Tutup Mei dengan Rekor Baru, Saham Dell Melonjak 33% di Tengah Eufor...
- Harapan Gencatan Senjata AS-Iran Menguat, Bursa Eropa Kompak Parkir di Zona Hija...
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%