Stockwatch.id Versi penuh
Ekonomi

Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%

Oleh John Mbaling 08 Jun 2026 15:03 1 menit baca

STOCKWATCH.ID Bank Indonesia (BI) mengumumkan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Mei 2026 tercatat sebesar US$144,9 miliar, lebih rendah 0,89% dibandingkan dengan posisi akhir April 2026 sebesar US$146,2 miliar.

 

Ramdan Denny Prakoso, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, menyampaikan bahwa perkembangan cadangan devisa Mei 2026 ini dipengaruhi penerbitan global bond pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa, di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah Bank Indonesia sebagai respons terhadap tingginya ketidakpastian pasar keuangan global dan permintaan valuta asing musiman dari domestik.

 

Secara keseluruhan, posisi cadangan devisa pada akhir Mei 2026 tetap kuat, setara dengan pembiayaan 5,6 bulan impor atau 5,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

 

Ke depan, BI meyakini ketahanan sektor eksternal tetap baik didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik.

 

“BI terus meningkatkan sinergi dengan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” katanya dalam keterangan resmi, Senin (08/6/2026).

Topik terkait
Bank Indonesia Cadev MEI 2026 Cadangan Devisa Mei 2026 Turun Stabilitas Makro Ekonomi