Dana Kelolaan Reksadana Mandiri ETF LQ45 Ditargetkan Rp100 Miliar Tahun Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Manajemen PT Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri Investasi) menargetkan dana kelolaan Reksadana Mandiri ETF LQ45 sebesar Rp100 miliar tahun ini. Hal itu disampaikan oleh A...

Dana Kelolaan Reksadana Mandiri ETF LQ45 Ditargetkan Rp100 Miliar Tahun Ini
Bacakan Artikel

STOCKWATCH.ID Kalcernomic STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Manajemen PT Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri Investasi) menargetkan dana kelolaan Reksadana Mandiri ETF LQ45 sebesar Rp100 miliar tahun ini. Hal itu disampaikan oleh Aliyahdin Saugi, Direktur Utama Mandiri Investasi, dalam keterangan pers peluncuran Reksadana Mandiri ETF LQ45, di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (6/3/2023).

Kendati baru dirilis, menurut pria yang akrab disapa Adi itu, saat ini sudah ada tiga institusi yang tercatat sebagai investor Reksadana Mandiri ETF LQ45. “Saat ini sudah ada tiga investor institusi yang menjadi investor produk ini,” ujarnya.

Adi menjelaskan, reksadana anyar ini berinvestasi pada saham-saham blue chip yang masuk di dalam Indeks LQ45. Ia berharap, instrument investasi ini dapat memberikan imbal hasil yang optimal secara jangka panjang kepada para investor.

Reksadana Mandiri ETF LQ45, lanjut Adi, memiliki dua ciri khas. Pertama, struktur Exchange Traded Fund, yaitu reksadana yang unit penyertaannya diperjualbelikan di Bursa Efek Indonesia. Dengan demikian, para investor dapat bertransaksi layaknya saham biasa melalui perusahaan sekuritas. Kedua, Mandiri ETF LQ45 dikelola untuk mengikuti imbal hasil indeks LQ45. Adapun indeks LQ45 berisikan 45 saham blue chip yang memiliki likuiditas dan fundamental baik dan merefleksikan mayoritas dari pasar saham Indonesia.

Adi menambahkan, Reksadana Mandiri ETF LQ45 memiliki sejumlah keunggulan ketimbang produk sejenis. Itu antara lain adalah produk ini berinvestasi di pasar penggerak perekonomian Indonesia. Sebagaimana diketahui, Indeks LQ45 merepresentasikan 45 perusahaan terbesar dan paling likuid di Indonesia yang menjadi proxy pertumbuhan ekonomi. Dengan total kapitalisasi pasar sekitar 56.68% dari IHSG, saham-saham Indeks LQ45 dapat dijadikan sarana yang efisien bagi investor untuk memiliki exposure pada pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: