Didenda OJK Rp5,35 Miliar, Influencer Saham Belvin Tannadi Dirujak Netizen
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjatuhkan sanksi denda Rp5,35 miliar kepada influencer pasar modal Belvin Tannadi. Sanksi ini diumumkan pada Jumat (20/2/2026) lalu. Keputusan...
Modus Pump and Dump
Sanksi terhadap Belvin diumumkan langsung oleh petinggi OJK di Main Hall Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, angkat bicara. Ia membeberkan modus penipuan sang influencer.
"Tim pemeriksa kami telah menemukan dan membuktikan, influencer dimaksud telah memberikan informasi yang tidak benar melalui sosial media," ujar Hasan tegas.
Modus Belvin tergolong manipulatif. Ia sering merekomendasikan pembelian atau penjualan saham ke pengikutnya. Namun, ia justru melakukan transaksi berlawanan demi keuntungan pribadi. Ia memanfaatkan reaksi followers untuk menjual saham di harga pucuk. Praktik kotor ini biasa dikenal dengan istilah pump and dump.
Belvin juga terbukti menggunakan beberapa rekening efek pinjaman nama atau nominee. Ia merekayasa order beli dan jual secara sistematis. "Menyebabkan adanya pembentukan harga saham yang tidak wajar," tambah Hasan.
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...
- Buat Lunasi Utang, Tower Bersama (TBIG) Siap Rilis Surat Utang US$900 Juta
- Alfamart (AMRT) Tebar Dividen Jumbo Rp1,7 Triliun, Investor Kantongi Rp41,5 per...
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...
- Buat Lunasi Utang, Tower Bersama (TBIG) Siap Rilis Surat Utang US$900 Juta
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Neraca Perdagangan Indonesia (NPI) Surplus US$5,64 Miliar pada Januari-April 202...