Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi Rp46,2 Miliar
STOCKWATCH.ID Manajemen PT Akasha Wira International Tbk (ADES) mengumumkan bahwa Perseroan segera melakukan diversifikasi bisnis produk permen jelly (indulgent gummy) dengan penambahan kegiatan usaha kembang gula. Dana yang disiapkan untuk investasi permen Jelly tersebut sebesar Rp46,2 miliar.
Direksi ADES dalam laporan keterbukaan informasi ke BEI, Senin (08/6/2026) mengatakan, langkah ini dilakukan lewat penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 10734 atau industri kembang gula untuk mendukung produksi dan pemasaran produk gummy yang tengah disiapkan perseroan.
Alasan dan pertimbangan Manajemen melakukan diversifikasi usaha tersebut karena registrasi produk gummy di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mensyaratkan kesesuaian dengan KBLI 10734, meskipun ADES saat ini telah memiliki kegiatan usaha di bidang makanan dari cokelat dan kembang gula.
Menurut Direksi ADES, pasar industri makanan dan minuman global terus menunjukkan pertumbuhan positif. Namun akselerasi pertumbuhan paling dinamis saat ini digerakkan oleh sektor novelty confectionery, khususnya pasar gummy. Pasar gummy di Indonesia secara umum berkembang dengan sangat pesat dengan estimasi total nilai pasar mencapai kisaran US$ 850 juta hingga US$ 950 juta (setara dengan Rp13,6 Triliun hingga Rp.15,2 Triliun) pada tahun 2026.
Direksi ADES mengemukakan, prospek bisnis gummy di Indonesia masih menarik seiring dengan pertumbuhan pasar yang terus berlanjut. Menurut Direksi ADES, pasar gummy nasional terdiri atas segmen permen jelly biasa senilai US$400 juta hingga US$450 juta dan segmen functional gummies sebesar US$422,72 juta.
Dari sisi pertumbuhan, jelas Direksi ADES, permen jeli biasa mencatat laju Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 4,5% hingga 5,2% per tahun. Sementara segmen functional gummies menjadi kategori dengan pertumbuhan paling cepat dengan CAGR mencapai 8,54% per tahun.
Pasar gummy di Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan yang positif, ditandai dengan semakin banyaknya produk gummy impor yang masuk dan diterima dengan baik oleh pasar domestik. Hal ini menunjukkan tingginya minat konsumen terhadap produk gummy. Gummy merupakan jenis snack yang disukai oleh berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa, sehingga memiliki potensi pasar yang luas dan berkelanjutan.
Sektor ini memiliki daya tarik jangka panjang karena produk gummy memiliki inovasi tinggi pada aspek formulasi, yang memungkinkan produsen merespons perubahan tren gaya hidup melalui opsi rendah gula (low-sugar) maupun eksplorasi kombinasi rasa yang beragam secara fleksibel. Karakteristik produk yang adaptif memberikan peluang besar bagi industri untuk terus memperbaharui siklus produk sesuai dinamika selera konsumen yang cepat berubah.
Direksi ADES juga melihat keunggulan gummy pada fleksibilitas inovasi produk. Permen jenis ini dapat dikembangkan dalam berbagai varian rasa, bentuk, hingga formulasi seperti produk rendah gula dan produk dengan tambahan vitamin atau zat aktif tertentu.
Melalui strategi tersebut, ADES akan menggabungkan konsep indulgent gummy dan functional gummy. Pendekatan ini dinilai mampu menghadirkan margin bahan baku yang efisien sekaligus memberikan nilai tambah kesehatan yang semakin diminati konsumen modern.
Direksi ADES menargetkan pasar utama produk baru ini adalah konsumen usia 6 tahun hingga 35 tahun, khususnya masyarakat perkotaan yang memperhatikan rasa, kemasan, dan gaya hidup.
Distribusi akan dilakukan melalui e-commerce, minimarket, modern trade, hingga jaringan warung tradisional. Adapun, untuk memperkuat penetrasi pasar, perseroan menyiapkan strategi pemasaran berbasis digital melalui media sosial, kolaborasi dengan influencer, program sampling, serta integrasi penjualan online dan offline.
Berdasarkan proyeksi studi kelayakan, lini usaha gummy berpotensi menghasilkan pendapatan Rp41,67 miliar pada 2026 dan meningkat jadi Rp335,28 miliar pada 2030. Diversifikasi ke bisnis gummy dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ADES di tengah besarnya pasar makanan dan minuman nasional serta tingginya minat konsumen terhadap produk confectionery yang inovatif. (konrad)