Dolar AS Terjun, Yen Jepang Capai Level Tertinggi dalam 6 Minggu!

STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) – Dolar AS mengalami penurunan tajam pada penutupan perdagangan hari Jumat (29/11/2024) waktu setempat atau Sabtu pagi (30/11/2024) WIB. Penyebabnya adalah penguatan yen Jep...

Dolar AS Terjun, Yen Jepang Capai Level Tertinggi dalam 6 Minggu!
Bacakan Artikel

STOCKWATCH.ID Kalcernomic STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) – Dolar AS mengalami penurunan tajam pada penutupan perdagangan hari Jumat (29/11/2024) waktu setempat atau Sabtu pagi (30/11/2024) WIB. Penyebabnya adalah penguatan yen Jepang yang berhasil mencapai posisi tertinggi dalam enam minggu terakhir terhadap dolar. Kenaikan yen ini dipicu oleh inflasi Tokyo yang lebih tinggi dari perkiraan.

Mengutip CNBC International, indeks harga konsumen inti Tokyo, yang tidak mencakup harga makanan segar, tercatat naik 2,2% pada November dibandingkan tahun lalu. Angka ini lebih tinggi dari 1,8% bulan sebelumnya dan sedikit melampaui perkiraan yang hanya 2,1%. "Kenaikan inflasi ini memunculkan spekulasi bahwa Bank of Japan (BoJ) akan menaikkan suku bunga pada pertemuan bulan depan," kata Matt Simpson, analis pasar senior di City Index.

Simpson juga mengatakan bahwa yen kini menjadi mata uang yang menarik untuk diperdagangkan. Dengan pasar yang cenderung sepi menjelang liburan Thanksgiving di AS, yen memiliki momentum yang cukup kuat. Pada penutupan pasar, dolar AS tercatat melemah 1,2% menjadi 149,68 yen. Bahkan, dolar sempat menyentuh level terendahnya sejak 21 Oktober, yakni 149,53 yen. Diperkirakan, dolar akan terus turun lebih dari 2% terhadap yen dalam minggu ini, yang menjadi penurunan terbesar sejak September.

Indeks dolar AS juga turun 0,3% menjadi 105,86, setelah sebelumnya berada di level terendah sejak 12 November, yaitu 105,61. Meski begitu, dolar masih mencatatkan kenaikan 2% sepanjang bulan November. Kenaikan ini dipicu oleh optimisme pasar terhadap kebijakan ekonomi pemerintahan AS yang dipimpin oleh Donald Trump.

Dolar menguat pada bulan November karena harapan pasar bahwa kebijakan Trump akan memberi stimulus pada perekonomian AS, melalui pelonggaran regulasi bisnis dan kebijakan fiskal yang mendukung pertumbuhan. Namun, para analis memperingatkan bahwa kebijakan tarif impor baru dan rencana ketat terhadap imigrasi bisa memicu lonjakan inflasi.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2