Dow Jones Tergelincir 466 Poin, Rekor Wall Street Terhenti Akibat Komentar Trump
STOCKWATCH.ID (NEW YORK) โ Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street gagal mempertahankan rekor tertingginya pada perdagangan Rabu (7/1/2026) waktu setempat atau Kamis pagi (8/1/2026) WIB. Indeks S...
Ucapan Presiden Trump turut memperparah kerugian pasar pada hari Rabu. Presiden menegaskan tidak akan mengizinkan perusahaan pertahanan untuk membagikan dividen atau melakukan pembelian kembali saham (buyback). Larangan ini berlaku sampai perusahaan-perusahaan tersebut mengatasi keluhan Trump terhadap industri pertahanan. Akibatnya, saham-saham sektor pertahanan langsung berguguran.
Tak hanya itu, Trump juga melontarkan rencana lain yang menekan pasar. Ia menyatakan AS akan melarang investor institusi besar untuk membeli rumah keluarga tunggal lagi. Rencana ini memukul saham-saham ekuitas swasta (private equity) seperti Blackstone dan Apollo Global Management.
Di tengah penurunan pasar, saham penyulingan minyak justru mencatatkan keuntungan. Valero Energy naik 3% dan Marathon Petroleum menguat lebih dari 1%. Kenaikan ini terjadi setelah muncul kabar bahwa penjualan minyak dari Venezuela akan terus berlanjut tanpa batas waktu dan sanksi akan dikurangi.
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...
- Buat Lunasi Utang, Tower Bersama (TBIG) Siap Rilis Surat Utang US$900 Juta
- Alfamart (AMRT) Tebar Dividen Jumbo Rp1,7 Triliun, Investor Kantongi Rp41,5 per...
- Stock Futures Bergerak Datar, Wall Street Menunggu Kepastian dari Timur Tengah
- Wall Street Tutup Mei dengan Rekor Baru, Saham Dell Melonjak 33% di Tengah Eufor...
- Harapan Gencatan Senjata AS-Iran Menguat, Bursa Eropa Kompak Parkir di Zona Hija...
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%