Drama Politik AS dan Bank Sentral Dunia Bikin Bursa Eropa Anjlok, Saham Novo Nordisk Rontok 20%!
STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa berakhir melemah pada penutupan perdagangan hari Jumat (21/12/2024) waktu setempat. Pekan lalu penuh gejolak akibat ketidakpastian politik di Amerika Serikat...
Ketidakpastian politik di Amerika Serikat menjadi salah satu penyebabnya. Kegagalan Donald Trump mendorong pengesahan anggaran membuat pemerintah AS terancam tutup sebagian mulai Jumat malam. Ancaman Trump soal tarif baru untuk Uni Eropa menambah tekanan.
Di tengah situasi ini, saham Novo Nordisk mencuri perhatian. Saham mereka anjlok hingga 20%. Hal ini terjadi setelah hasil uji coba obat obesitas mereka tidak sesuai ekspektasi pasar. Penurunan ini menjadi pukulan berat bagi sektor kesehatan di Eropa.
Kebijakan moneter turut memengaruhi pasar. Bank of England mempertahankan suku bunga acuannya. Namun, pernyataan Gubernur Andrew Bailey tentang dampak anggaran Inggris memicu volatilitas pasar obligasi.
Di Rusia, bank sentral mempertahankan suku bunga di 21% untuk menekan inflasi tinggi. Sementara itu, China memutuskan mempertahankan suku bunga utama sesuai ekspektasi. Langkah ini diambil setelah janji mereka memperluas kebijakan pelonggaran untuk ekonomi domestik.
- 1
- 2
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...
- Buat Lunasi Utang, Tower Bersama (TBIG) Siap Rilis Surat Utang US$900 Juta
- Alfamart (AMRT) Tebar Dividen Jumbo Rp1,7 Triliun, Investor Kantongi Rp41,5 per...
- Stock Futures Bergerak Datar, Wall Street Menunggu Kepastian dari Timur Tengah
- Wall Street Tutup Mei dengan Rekor Baru, Saham Dell Melonjak 33% di Tengah Eufor...
- Harapan Gencatan Senjata AS-Iran Menguat, Bursa Eropa Kompak Parkir di Zona Hija...
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%