Efek 'Takaichi Trade' Bursa Saham Asia Kompak Menguat

STOCKWATCH.ID (TOKYO) - Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik kompak menguat pada penutupan perdagangan Kamis (26/2/2026). Investor merespons positif laporan keuangan Nvidia dan Oracle. Sentimen ini ber...

Efek 'Takaichi Trade' Bursa Saham Asia Kompak Menguat
Bacakan Artikel

STOCKWATCH.ID Kalcernomic STOCKWATCH.ID (TOKYO) - Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik kompak menguat pada penutupan perdagangan Kamis (26/2/2026). Investor merespons positif laporan keuangan Nvidia dan Oracle. Sentimen ini berhasil mengangkat saham teknologi di bursa regional. Indeks Nikkei 225 Jepang dan S&P/ASX 200 Australia bahkan sukses menembus rekor tertinggi sepanjang masa.

Mengutip CNBC International, indeks Nikkei 225 sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa di angka 59.000. Indeks saham utama Jepang ini akhirnya ditutup naik 0,29% ke level 58.753,39. Pencapaian ini memperpanjang tren rekor tertinggi selama tiga sesi berturut-turut. Indeks Topix yang lebih luas juga mencatat puncak baru sebelum berakhir pada posisi 3.880,34.

Pemerintah Jepang baru saja menunjuk Ayano Sato dari Aoyama Gakuin University dan Toichiro Asada dari Chuo University sebagai anggota dewan bank sentral. Keduanya memiliki sikap kebijakan dovish. Sikap ini sejalan dengan pendekatan Perdana Menteri Sanae Takaichi. Mereka berdua akan menggantikan Asahi Noguchi dan Junko Nakagawa. Masa jabatan kedua pejabat lama ini masing-masing akan berakhir pada akhir Maret dan Juni.

"Saham Jepang telah mencapai beberapa rekor tertinggi baru-baru ini, didorong oleh apa yang disebut 'perdagangan Takaichi', seiring taruhan investor pada kebijakan berorientasi pertumbuhan perdana menteri โ€” yang dipandang sebagai perpanjangan dari Abenomics โ€” akan mengangkat saham sekaligus menekan yen melalui kebijakan moneter yang lebih longgar dan peningkatan belanja fiskal."

Indeks Kospi di Korea Selatan melesat 3,67% untuk mengakhiri hari perdagangan pada level 6.307,27. Indeks Kosdaq berkapitalisasi kecil juga maju 1,97% ke posisi 1.188,15. Kenaikan ini berbarengan dengan keputusan Bank of Korea menahan suku bunga acuan pada level 2,5%. Keputusan ini sudah sesuai dengan ekspektasi analis Reuters.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2