Erick Thohir Minta Insentif IPO BUMN, Bursa Efek Indonesia Bilang Begini!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ€“ Manajemen Bursa Efek Indonesia (BEI) memberi respon positif terhadap permintaan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir yang berharap dapat diberi insentif bagi...

Erick Thohir Minta Insentif IPO BUMN, Bursa Efek Indonesia Bilang Begini!
Bacakan Artikel

STOCKWATCH.ID Kalcernomic STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ€“ Manajemen Bursa Efek Indonesia (BEI) memberi respon positif terhadap permintaan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir yang berharap dapat diberi insentif bagi perusahaan-perusahaan pelat merah yang hendak melakukan Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO). Pihak Bursa mengaku terlebih dahulu akan melakukan review mendalam terkait permintaan tersebut sebelum mengambil keputusan.

Adapun insentif yang diminta Erick dari BEI antara lain adalah pelonggaran terhadap besaran persentase minimal saham yang wajib dilepas kepada publik. Ia mengarapkan porsi saham yang ditawarkan kepada publik tidak langsung sekaligus 10% tapi bisa dilakukan secara bertahap. Pasalnya, jika merujuk kepada peraturan Pasar Modal yakni Poin III.2.6.3 Kep-00101/BEI/12-2021, calon emiten yang mempunya ekuitas lebih dari Rp2 triliun sebelum IPO, maka jumlah saham yang mesti ditawarkan kepada publik sedikitnya 10% dari total saham beredar.

Erick menilai, porsi minimal 10% saham yang wajib dilepas kepada publik tersebut terlalu gede. Soalnnya, ukuran BUMN yang berencana untuk go public terbilang jumbo. Bahkan, nilai valuasinya ditaksi hingga mencapai miliaran dolar Amerika Serikat (AS).

Permintaan Erick ini terkait dengan rencana IPO PT Pertamina Hulu Energy (PHE) dan Palm Co. Untuk diketahui, kedua BUMN ini memiliki nilai ekuitas besar. โ€œKita usul ke bursa bertahap. Karena kan emisinya besar sekali. Ini valuasinya billion,โ€ ujarnya, di Main Hall BEI pada hari Senin (27/2).

Sebelumnya, hal serupa diungkapkan oleh Wakil Menteri BUMN I Pahala Mansury. "Perusahaan yang besar seperti PHE atau lainnya, kapitalisasinya 1% saja (saat IPO) sudah di atas nilai tertinggi IPO yang pernah ada," jelasnya.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: