Gejolak Geopolitik Terus Berlanjut, Sinyal Bahaya Bagi Indonesia?

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Perang antara Iran dan Israel kian memanas, memicu kekhawatiran global akan inflasi yang meningkat. Dampak paling terasa adalah lonjakan harga minyak dunia lebih dari 10% WoW...

Gejolak Geopolitik Terus Berlanjut, Sinyal Bahaya Bagi Indonesia?
Bacakan Artikel

Kalcernomic STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Perang antara Iran dan Israel kian memanas, memicu kekhawatiran global akan inflasi yang meningkat. Dampak paling terasa adalah lonjakan harga minyak dunia lebih dari 10% WoW menjadi $72 per barel.

Menurut Arfian Prasetya Aji (Economist KISI Asset Management), jika konflik berlanjut, hal ini dapat memengaruhi Selat Hormuz (jalur vital 20% suplai minyak global), yang juga akan mendorong harga minyak. Pada Senin, (16/6/2025) lalu, Iran melakukan aksi serangan balasan yang mengakibatkan lumpuhnya kilang minyak terbesar di Israel. Sedangkan pada Selasa, (17/6/2025), 2 kapal tanker minyak yang melalui Selat Hormuz terbakar. (S&P Global, Reuters)

Secara historis, kata Arfian, kenaikan harga minyak bisa memperburuk inflasi dan outlook pertumbuhan ekonomi global. Bagi Indonesia, lanjutnya, sebagai negara net importir minyak ini bisa mengancam ketahanan fiskal karena membengkaknya anggaran pemerintah dan potensi pelebaran defisit fiskal.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: