Harga Emas Menguat! The Fed Tahan Suku Bunga dan Isyaratkan Dua Pemangkasan di 2025
STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia kembali naik pada penutupan perdagangan Rabu (19/3/2025) waktu setempat atau Kamis pagi (20/3/2025) WIB, Harga logam mulia ini mendekati level tertingginya s...
Pelaku pasar kini memperkirakan peluang sebesar 62,1% bahwa The Fed akan mulai menurunkan suku bunga pada pertemuan Juni mendatang. Angka ini meningkat dari 57% sebelum pengumuman The Fed.
Harga emas telah naik lebih dari 15% sejak awal tahun. Logam mulia ini semakin diminati sebagai aset lindung nilai di tengah inflasi dan ketidakstabilan ekonomi. Selain itu, emas menjadi lebih menarik saat suku bunga rendah karena tidak memberikan imbal hasil seperti aset lainnya.
Dari sisi geopolitik, ketegangan antara Rusia dan Ukraina kembali meningkat. Kedua negara saling menuduh melanggar kesepakatan baru untuk tidak menyerang fasilitas energi. Insiden ini terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump berbicara melalui telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Sementara itu, harga logam mulia lainnya justru melemah. Perak turun 1,2% menjadi US$33,63 per ons troi. Platinum melemah 0,4% ke US$993,35 per ons troi, sedangkan paladium turun 0,7% menjadi US$960,23 per ons troi.
- 1
- 2
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...
- Buat Lunasi Utang, Tower Bersama (TBIG) Siap Rilis Surat Utang US$900 Juta
- Alfamart (AMRT) Tebar Dividen Jumbo Rp1,7 Triliun, Investor Kantongi Rp41,5 per...
- Emas Dunia Bangkit Berkat Sinyal Damai AS-Iran, Namun Tertekan Sepanjang Mei
- Peluang Damai AS-Iran Menguat, Harga Minyak Brent Cetak Kerugian Bulanan Terbesa...
- Data Inflasi PCE Sesuai Ekspektasi, Harga Emas Dunia Tetap Turun Tiga Hari Berun...
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%