Harga Emas Sedikit Melemah Usai Cetak Rekor di Tengah Kekhawatiran Perang Dagang
STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia sedikit melemah pada penutupan perdagangan Selasa (11/2/2025) waktu setempat, atau Rabu pagi (12/2/2025) WIB. Harga logam mulia ini turun tipis setelah mence...
Survei Reuters menunjukkan The Fed kemungkinan menunda pemangkasan suku bunga hingga kuartal berikutnya. Tarif baru dari Trump berpotensi meningkatkan inflasi AS, yang bisa membuat The Fed ragu untuk memangkas suku bunga dalam waktu dekat.
Ketua The Fed, Jerome Powell, menegaskan bank sentral tidak akan terburu-buru menurunkan suku bunga. "Ekonomi masih kuat dan inflasi tetap di atas target 2%," katanya.
Ryan McIntyre dari Sprott Asset Management menambahkan bahwa inflasi tinggi bisa memperpanjang jeda pemangkasan suku bunga. Jika ini terjadi, harga emas bisa tertahan dalam jangka pendek.
Emas dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi. Namun, suku bunga yang lebih tinggi cenderung mengurangi daya tariknya.
Meski harga emas turun, analis menilai ini bisa menjadi peluang bagi investor bullish untuk kembali masuk pasar. Ketidakpastian ekonomi global masih tinggi, dan harga emas bisa naik kapan saja.
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...
- Buat Lunasi Utang, Tower Bersama (TBIG) Siap Rilis Surat Utang US$900 Juta
- Alfamart (AMRT) Tebar Dividen Jumbo Rp1,7 Triliun, Investor Kantongi Rp41,5 per...
- Emas Dunia Bangkit Berkat Sinyal Damai AS-Iran, Namun Tertekan Sepanjang Mei
- Peluang Damai AS-Iran Menguat, Harga Minyak Brent Cetak Kerugian Bulanan Terbesa...
- Data Inflasi PCE Sesuai Ekspektasi, Harga Emas Dunia Tetap Turun Tiga Hari Berun...
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...