Harga Emas Terperosok! Dolar Perkasa, Investor Cemas Tunggu Data Payroll AS
STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia terperosok ke level terendah dalam lebih dari seminggu pada penutupan perdagangan Selasa (3/9/2024) waktu setempat atau Rabu pagi (4/9/2024) WIB. Penguatan d...
Jika laporan pekerjaan AS ternyata jauh lebih lemah dari perkiraan, spekulasi tentang resesi di AS dan pemotongan suku bunga yang lebih cepat akan muncul Kembali. Ini berpotensi mendukung harga emas lebih lanjut, seperti yang dinyatakan oleh Commerzbank dalam sebuah catatan.
Tahun ini, emas diprediksi akan mencatatkan performa terbaiknya sejak 2020, didorong oleh optimisme investor tentang pemotongan suku bunga AS yang akan datang serta kekhawatiran yang terus berlanjut tentang konflik di Timur Tengah.
Goldman Sachs juga menegaskan, emas tetap menjadi lindung nilai yang paling disukai terhadap risiko geopolitik dan keuangan, dengan dukungan tambahan dari pemotongan suku bunga Fed yang akan datang dan pembelian oleh bank sentral pasar negara berkembang. Mereka bahkan merekomendasikan pembukaan posisi panjang pada perdagangan emas.
Selain emas, harga perak spot turun 2,7% menjadi US$27,74 per ons. Platinum juga melemah 2,8% ke US$904,00, dan paladium merosot lebih dari 4% ke US$933,75.
- 1
- 2
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...
- Buat Lunasi Utang, Tower Bersama (TBIG) Siap Rilis Surat Utang US$900 Juta
- Alfamart (AMRT) Tebar Dividen Jumbo Rp1,7 Triliun, Investor Kantongi Rp41,5 per...
- Emas Dunia Bangkit Berkat Sinyal Damai AS-Iran, Namun Tertekan Sepanjang Mei
- Peluang Damai AS-Iran Menguat, Harga Minyak Brent Cetak Kerugian Bulanan Terbesa...
- Data Inflasi PCE Sesuai Ekspektasi, Harga Emas Dunia Tetap Turun Tiga Hari Berun...
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%