Harga Minyak Turun Setelah AS dan China Perpanjang Penundaan Tarif
STOCKWATCH.ID (HOUSTON) โ Harga minyak mentah dunia turun pada akhir perdagangan Selasa (12/8/2025) waktu setempat atau Rabu pagi (13/8/2025) WIB. Penurunan ini terjadi setelah Amerika Serikat dan Chi...
Inflasi konsumen AS di Juli meningkat, didorong oleh biaya impor yang naik akibat tarif. Ini menjadi kenaikan inflasi inti terbesar dalam enam bulan terakhir.
Selain itu, pertemuan Presiden Trump dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Jumat mendatang di Alaska juga menjadi perhatian pasar minyak. Pertemuan tersebut akan membahas kemungkinan akhir konflik Ukraina.
AS terus menekan Rusia agar mengakhiri perang. Trump bahkan memberi batas waktu hingga Jumat lalu untuk Rusia menyetujui perdamaian atau pembeli minyak Rusia akan dikenai sanksi tambahan. India dan China juga didesak mengurangi pembelian minyak Rusia.
โJika pertemuan Jumat mendekatkan gencatan senjata atau kesepakatan damai di Ukraina, Trump bisa menunda penerapan tarif sekunder pada India yang dijadwalkan berlaku dua minggu ke depan,โ kata analis Commerzbank dalam catatannya.
Sebaliknya, jika tidak ada kemajuan, sanksi bisa diperketat terhadap pembeli minyak Rusia lainnya, termasuk China.
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...
- Buat Lunasi Utang, Tower Bersama (TBIG) Siap Rilis Surat Utang US$900 Juta
- Alfamart (AMRT) Tebar Dividen Jumbo Rp1,7 Triliun, Investor Kantongi Rp41,5 per...
- Emas Dunia Bangkit Berkat Sinyal Damai AS-Iran, Namun Tertekan Sepanjang Mei
- Peluang Damai AS-Iran Menguat, Harga Minyak Brent Cetak Kerugian Bulanan Terbesa...
- Data Inflasi PCE Sesuai Ekspektasi, Harga Emas Dunia Tetap Turun Tiga Hari Berun...
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%