Hashim: Pasar Karbon RI Kini Transparan, Ratusan Miliar USD Siap Masuk

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ€“ Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo, membawa kabar segar bagi iklim investasi hijau di Tanah Air. Ia menegaskan posisi Indonesia yang m...

Hashim: Pasar Karbon RI Kini Transparan, Ratusan Miliar USD Siap Masuk
Bacakan Artikel

STOCKWATCH.ID Kalcernomic STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ€“ Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo, membawa kabar segar bagi iklim investasi hijau di Tanah Air. Ia menegaskan posisi Indonesia yang makin kuat menjelang konferensi Tingkat Tinggi tentang Perubahan Iklim (Conference of the Parties). Adapun COP31 akan digelar di Antalya, Turki, dari tanggal 9 sampai 20 November 2026. Optimisme ini muncul seiring terbitnya regulasi baru yang membuat pasar karbon nasional lebih terbuka.

Hashim mengungkapkan, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 110 Tahun 2025. Aturan ini menjadi tonggak penting karena membuka pintu bagi standar internasional dalam perdagangan karbon di Indonesia.

"Aturan ini sangat penting karena membuat pasar karbon kita menjadi sangat transparan dan terbuka bagi dunia internasional. Sekarang, kita resmi mengakui dan menyetujui verifikator internasional seperti Verra, Gold Standard, dan lainnya. Bayangkan, selama 10 tahun terakhir, entah kenapa mereka seperti dilarang masuk ke Indonesia," ujar Hashim saat memberikan paparan di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (11/2/2026).

Menurut adik kandung Presiden Prabowo Subianto ini, pengakuan terhadap verifikator global merupakan langkah strategis. Hal ini mengakhiri kevakuman selama satu dekade terakhir di mana lembaga-lembaga tersebut sulit beroperasi di dalam negeri. Respon dunia internasional pun dinilai sangat positif, mulai dari Sao Paulo hingga London.

Keterbukaan ini langsung memantik minat pemodal asing. Hashim mengaku baru saja menerima delegasi investor dari berbagai negara, mulai dari New York, Eropa, hingga Australia. Potensi dana yang siap masuk ke Indonesia terbilang fantastis.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: