IHSG Berfluktuasi, Bos Maybank Sekuritas Ungkap Ekspektasi Investor dari Prabowo dan Saham yang Layak Dikoleksi

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi menghadapi banyak tantangan pada semester dua tahun ini. Hal itu diungkapkan oleh Wilianto Ie, Presid...

IHSG Berfluktuasi, Bos Maybank Sekuritas Ungkap Ekspektasi Investor dari Prabowo dan Saham yang Layak Dikoleksi
Bacakan Artikel

Pergantian presiden di Amerika Serikat pada bulan November juga bisa mempengaruhi pasar secara keseluruhan. "Hasil pemilu ini nanti kita lihat mungkin akan mempengaruhi market seluruhnya," jelasnya.

Wilianto berharap nilai transaksi di semester kedua akan lebih baik daripada semester pertama. "Tapi ada kemungkinan volatilitas dari harga saham itu bisa cukup tinggi," tambahnya.

Ia memproyeksikan IHSG bisa menembus 8.000 pada akhir tahun. “Jadi kita sebenarnya cukup positif," ujarnya. Penurunan suku bunga dunia pada paruh kedua tahun ini juga bisa membuat pasar modal membaik.

Namun, faktor eksternal dan internal harus tetap diperhatikan. "Pertumbuhan ekonomi dunia dan perubahan kepemimpinan juga di Amerika Serikat bisa mempengaruhi skenario ini," katanya.

Untuk rekomendasi saham pada semester kedua tahun ini, Wilianto menyarankan saham-saham konsumer seperti PT Astra International Tbk (ASII) dan sektor properti. "Dengan adanya tren penurunan suku bunga, saham-saham ini kemungkinan akan membaik," ujarnya. Saham-saham perbankan seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga dinilai menarik karena pertumbuhan kredit dan kualitas aset mereka yang tetap bagus.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: