IHSG Berpeluang Rebound, BNI Sekuritas: Pantau Saham BMRI, MEDC, BRPT, hingga ASII

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ€“ Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memiliki peluang untuk rebound pada perdagangan Selasa (4/10). Potensi rebound ini terjadi selama indikator teknikal bertahan di atas 200 D...

IHSG Berpeluang Rebound, BNI Sekuritas: Pantau Saham BMRI, MEDC, BRPT, hingga ASII
Bacakan Artikel

STOCKWATCH.ID Kalcernomic STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ€“ Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memiliki peluang untuk rebound pada perdagangan Selasa (4/10). Potensi rebound ini terjadi selama indikator teknikal bertahan di atas 200 Day MA, candle Inverted Hammer, di tengah kondisi oversold.

IHSG berada dalam trend bearish, selama berada di bawah 7.148. Sementara itu, IHSG ditutup di bawah 5 day MA (7.055). Secara teknikal, indikator MACD netral, stochastic oversold, bertahan di atas 6.927 (200 day MA), candle inverted Doji.

โ€œLevel resistance hari ini (4/10) berada di 7.055, 7.078, 7.135, 7.179, support di 6.997, 6.968, 6.925, 6.866. Perkiraan range pada perdagangan hari ini di level 6.960 - 7.070,โ€ terang Head of Technical Analyst Research BNI Sekuritas Andri Zakarias Siregar dalam riset, Selasa (4/10).

Sebagai gambaran, IHSG ditutup melemah 0,44% ke level 7.009,718 pada perdagangan Senin (3/10). Investor asing mencatatkan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp 28,73 miliar di pasar regular. Research Analyst BNI Sekuritas Maxi Liesyaputra mengatakan, bursa regional Asia Pasifik sebagian besar mengalami koreksi pada perdagangan Senin (3/10), di tengah kenaikan harga minyak. OPEC kemungkinan akan menurunkan pasokan minyak dunia. Di antara bursa yang mencatat penurunan signifikan adalah Hang Seng dan STI Index, yang masing-masing terkoreksi 0,83% dan 0,74%. Sementara itu indeks Nikkei menguat 1,07%.

Indonesia melaporkan inflasi bulan September 2022 sebesar 5,95% secara year-on-year (YoY), sedikit di bawah ekspektasi, namun naik signifikan dibandingkan 4,69% YoY pada Agustus 2022. Dari Amerika Serikat (AS), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat signifikan 2,66%. Begitu juga dengan S&P 500 yang naik 2,59%, sementara indeks Nasdaq menguat 2,27%. Imbal hasil (yield) treasury 10 tahun AS turun ke level 3,65% setelah sempat menyentuh 4% pekan lalu. Bursa Eropa juga mencatat penguatan dengan saham sektor minyak dan gas mengalami kenaikan. Berikut rekomendasi saham BNI Sekuritas selengkapnya: