IHSG Diprediksi Turun Terbatas, Berikut Rekomendasi Saham BNI Sekuritas
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang mengalami penurunan yang relatif terbatas untuk rebound pada perdagangan Senin (26/9). Secara teknikal, indikator menunjukkan ov...
STOCKWATCH.ID Kalcernomic STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang mengalami penurunan yang relatif terbatas untuk rebound pada perdagangan Senin (26/9). Secara teknikal, indikator menunjukkan oversold & closing di atas support line.
Head of Technical Analyst Research BNI Sekuritas Andri Zakarias Siregar mengatakan, IHSG masih dalam trend Bullish selama berada di atas 7.148. Pada penutupan Jumat (23/9), IHSG closing di bawah 5 day MA. Menurut Andri, selama berada di atas support 7.148, IHSG masih berpeluang bullish.
“Level resistance pada perdagangan Senin (26/9) berada di leve 7.195/7.229/7.253/7.309 dan Support di level 7.148/7.116/7.073/7.015. IHSG diproyeksikan bergerak dengan perkiraan range range 7.130 - 7.230,” tulis Andri dalam riset, Senin (26/9).
Asal tahu, pada Jumat (23/9), IHSG ditutup melemah 0,56% ke level 7.178,583. Meski terkoreksi pada Jumat (23/9), IHSG masih menguat 0,14% sepanjang pekan lalu.
Research Analyst BNI Sekuritas Maxi Liesyaputra menuturkan, indeks bursa regional Asia Pasifik melemah pada Jumat (23/9). Bahkan, All Ordinaries dan Kospi Composite Index melemah signifikan sebesar masing-masing 1,92% dan 1,81%. Maxi menyebut, pelemahan ini mengikuti pergerakan bursa Amerika Serikat (AS) pada malam sebelumnya.
Adapun indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 1,62%. Begitu pula dengan S&P 500 yang turun 1,72%. Sementara itu, indeks Nasdaq terkoreksi 1,80%. Kenaikan suku bunga dan gejolak mata uang meningkatkan kekhawatiran akan adanya resesi global. Bersamaan Bursa Eropa turun signifikan, dimana FTSE 100 dan CAC 40 masing-masing melemah 1,97% dan 2,28%.
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...
- Buat Lunasi Utang, Tower Bersama (TBIG) Siap Rilis Surat Utang US$900 Juta
- Alfamart (AMRT) Tebar Dividen Jumbo Rp1,7 Triliun, Investor Kantongi Rp41,5 per...
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...
- Buat Lunasi Utang, Tower Bersama (TBIG) Siap Rilis Surat Utang US$900 Juta
- Pendapatan Bhuwanatala Indah Permai (BIPP) Turun 42,2% di Kuartal I 2026, Ini Pe...
- BRI Perpanjang Promo KPR Solusi hingga Juni 2026, Bunga Mulai 2,50% dan Tenor Sa...