IPO, Begini Rencana Bisnis Amman Mineral Internasional

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) — PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN) akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui Penawaran Umum Perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) pada 28 Juni –...

IPO, Begini Rencana Bisnis Amman Mineral Internasional
Bacakan Artikel

STOCKWATCH.ID Kalcernomic STOCKWATCH.ID (JAKARTA) — PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN) akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui Penawaran Umum Perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) pada 28 Juni – 3 Juli 2023. Dalam aksi korporasi ini, Perseroan akan melepas sebanyak-banyaknya sebesar 7.287.520.000 saham baru yang merupakan Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp125,- setiap saham. Itu mencapai 10% dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan setelah IPO.

Adapun rentang harga yang ditawarkan berkisar antara Rp1.650 - 1.775 per saham. Sehingga, dari IPO ini, dana publik yang bisa dihimpun AMMAN mencapai Rp12.935.348.000.000. Sebagian besar dana tersebut akan digunakan untuk kegiatan pengembangan usaha.

Untuk diketahui, masa penawaran awal atau bookbuilding akan dilaksanakan mulai 31 Mei 2023 hingga 16 Juni 2023. Rencananya, saham AMMAN akan tercatat di Papan Perdagangan Utama BEI menggunakan kode perdagangan AMMN. Untuk memuluskan rencana aksi korporasi ini, Perseroan telah menunjuk PT BNI Sekuritas, PT CLSA Sekuritas Indonesia, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, dan PT Mandiri Sekuritas sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek (Joint Lead Underwriters).

Presiden Direktur AMMAN, Alexander Ramlie mengatakan aksi korporasi ini merupakan salah satu langkah strategis untuk mengembangkan bisnis yang berkelanjutan di era transisi energi, yang akan mendorong permintaan akan komoditas tembaga di masa mendatang. “Pengembangan usaha AMMAN, mulai dari pembangunan smelter, penambahan kapasitas pabrik konsentrator, hingga pembangunan pembangkit listrik tenaga gas merupakan langkah besar yang akan membawa dampak positif bagi Perseroan dan pemangku kepentingan (stakeholders), dan juga bagi masyarakat sekitar wilayah operasional, warga Indonesia, dan juga dunia,” ujar Alexander pada acara Investor Gathering di Bali Room, Hotel Kempinski, Jakarta, pada hari Rabu (31/5/23).

Alexander memaparkan bahwa saat ini anak usaha AMMAN, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) sudah memasuki Fase 7 dalam operasional tambang Batu Hijau, di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Menurut Wood Mackenzie, tambang Batu Hijau merupakan tambang tembaga dan emas terbesar kedua di Indonesia, dan memiliki cadangan setara tembaga terbesar kelima di dunia apabila dikombinasikan dengan cebakan Elang. "Kami sedang tahap pengembangan Fase 8 yang diperkirakan dapat memperpanjang usia tambang hingga 2030. Kami juga akan mulai mempersiapkan Elang untuk dapat memulai operasional penambangan di tahun 2031 hingga 2046" paparnya.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2