Laris Manis, Saham PDPP Oversubscribed hingga Terkena ARA

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ€“ Saham PT Primadaya Plastisindo Tbk (PDPP) resmi dicatatkan dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), mulai hari ini, Rabu (9/11). perusahaan yang bergerak di bidang p...

Laris Manis, Saham PDPP Oversubscribed hingga Terkena ARA
Bacakan Artikel

STOCKWATCH.ID Kalcernomic STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ€“ Saham PT Primadaya Plastisindo Tbk (PDPP) resmi dicatatkan dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), mulai hari ini, Rabu (9/11). perusahaan yang bergerak di bidang produksi jenis kemasan plastik dan tisu steril, tersebut, menjadi emiten ke- 52 tahun 2022 atau perusahaan tercatat ke-818 di BEI

Harga saham PDPP pada saat pembukaan perdaganganย di BEI pukul 09.00WIB langsung naik signifikan sebesar Rp70 (35%) menjadi Rp270. Adapun harga penawaran umumย perdanaย saham atau (Initial Public Offering (IPO) sebesar Rp200 per unit. Volumeย perdaganganย saham di pasar reguler hingga waktu tersebut mencapai 2,14 juta unit senilaiย Rp577,91 juta. Sedangkan frekuensiย perdaganganย saham bernominal Rp100 per unit itu sebanyak 2.564 kali.

Saham PDPP langsung terkena penolakan otomatis (auto rejectionย atas) (ARA) oleh Jakarta Automated Trading System (JATS). Ini lantaran kenaikan harga saham melebihi ketentuan persentase tertinggi harian khusus saham IPO sebesar 35%.

Menurut Kennie Angesty, Direktur Utama Primadaya Plastisindo, antusiasme publik terhadap IPO saham Perseroan memang terbilang tinggi. Terbukti, ketika PDPP menggelar masa penawaran umum pada 3-7 November 2022, Perseroan mencatatkan kelebihan permintaan atau oversubscribed hingga 121,78 kali. Sebelumnya, dalam penawaran awal Perseroan juga berhasil meraih komitmen dari investor strategis yakni Pendiri Agung Sedayu Group, Sugianto Kusuma.

Untuk diketahui, dalam IPO ini, Primadaya Plastisindo melepas sebanyak 500.000.000 saham. Itu setara dengan 20% modal ditempatkan dan disetor perusahaan setelah IPO. Dengan demikian,ย  dari IPO saham ini Perseroan berhasil mengantongi dana sebesar Rp100 miliar. Sekitar 67% dana yang diperoleh dari hasil penjualan saham ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan untuk ekspansi pembelian mesin โ€“ mesin, meningkatkan kapasitas produksi Perseroan dan juga untuk menambah varian produk yang akan dipasarkan Perseroan. Sedangkan sisanya, sekitar 33% akan dipakai untuk modal kerja. Itu ย antara lain pembelian raw material HDPE, PET, Polypropylene, dan operasional perusahaan.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2