Mantap! Investor Pasar Modal Tembus 10 Juta, Mayoritas Pemodal Lokal

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)  - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat investor di pasar modal Indonesia tembus 10 juta investor. Berdasarkan data KSEI per 3 November 2022, jumlah total invest...

Mantap! Investor Pasar Modal Tembus 10 Juta, Mayoritas Pemodal Lokal
Bacakan Artikel

Uriep menuturkan, industri reksa dana sebagai penyumbang jumlah investor terbesar di pasar modal memperlihatkan tren peningkatan signifikan yaitu 36,04% menjadi 9,3 juta investor. Dari jumlah tersebut, sekitar 80% merupakan investor dari selling agent financial technology (fintech). Menariknya, sebanyak 99,9% diantaranya merupakan investor individu lokal. Investor retail juga mendominasi transaksi subscription dan redemption yang mencapai lebih dari 80%.

“Reksadana pasar uang merupakan reksa dana dengan jumlah investor terbanyak yaitu sebesar 2,47 juta, diikuti oleh reksadana pendapatan tetap dengan jumlah investor sebesar 934 ribu,” beber Uriep.

Dominasi investor lokal juga terlihat pada kepemilikan investor lokal di tiap jenis instrumen investasi pasar modal, baik saham maupun surat berharga lainnya yang tercatat pada sistem KSEI. Saham sektor keuangan menempati posisi teratas dari sisi jumlah investor yaitu sebesar 939 ribu, diikuti oleh sektor infrastruktur yang dimiliki oleh 750 ribu.

Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan, Komunikasi dan Edukasi Rasmi M. Ramyakim menambahkan, berdasarkan data KSEI per 3 November 2022, investor pasar modal didominasi oleh pemilik modal berusia di bawah 30 tahun. Dari total jumlah investor, lebih dari 59% dianatara merupakan pemodal milenila dengan nilai aset lebih dari Rp54 triliun. Adapun jika dilihat dari pendidikan, maka investor dengan pendidikan terakhir SMU atau di bawahnya sudah mencapai lebih dari 60% dengan nilai aset lebih dari Rp200 triliun.

Sementara itu, data demografi memperlihatkan terjadi kenaikan persentase investor pasar modal di beberapa daerah, yaitu di Pulau Kalimantan yang mencapai kenaikan sebesar hampir 36% dengan nilai aset +/- Rp60 triliun, serta Pulau Sumatra dengan kenaikan sebesar lebih dari 35% dan nilai aset sebesar +/-Rp98 triliun. Lebih lanjut Rasmi menyampaikan, selain karena sinergi yang baik antara Self Regulatory Organization (SRO) dan para pelaku pasar modal, penambahan jumlah investor lokal dikarenakan adanya kemudahan pembukaan rekening secara online yang sangat membantu masyarakat untuk menjadi investor di pasar modal.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: