Stockwatch.id Versi penuh
Global

Menanti Data Inflasi PPI, Stock Future Wall Street Bergerak Mendatar

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Kontrak berjangka saham (stock future) Amerika Serikat (AS) bergerak mendatar pada Selasa malam (12/5/2026) waktu setempat. Pelaku pasar kini menanti rilis laporan inflasi p...

Oleh Daiz 13 May 2026 06:06 2 menit baca

Kalcernomic STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Kontrak berjangka saham (stock future) Amerika Serikat (AS) bergerak mendatar pada Selasa malam (12/5/2026) waktu setempat. Pelaku pasar kini menanti rilis laporan inflasi penting lainnya yang dijadwalkan terbit pada Rabu pagi.

Mengutip CNBC International, future S&P 500 dan Nasdaq 100 diperdagangkan di sekitar garis flat. Sementara itu, future yang terkait dengan Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik tipis sekitar 8 poin.

Pada perdagangan Selasa (12/5/2026), indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite terkoreksi dari posisi rekor tertinggi. S&P 500 turun 0,16% ke level 7.400,96, sedangkan Nasdaq yang didominasi saham teknologi melemah 0,71% menjadi 26.088,20. Di sisi lain, Dow Jones masih mampu menguat 56,09 poin atau 0,11% ke posisi 49.760,56.

Pelemahan saham dipicu tekanan di sektor teknologi serta kenaikan harga minyak. Presiden AS, Donald Trump, pada Senin menyebut gencatan senjata antara AS dan Iran sangat lemah. Trump juga menolak proposal balasan dari Teheran untuk mengakhiri perang.

Investor turut mencermati data Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) April yang tercatat lebih tinggi dari perkiraan. Harga konsumen naik pada laju tercepat dalam hampir tiga tahun terakhir sehingga memunculkan kekhawatiran terhadap daya beli masyarakat.

Fokus pasar kini beralih ke rilis Indeks Harga Produsen (Producer Price Index/PPI) April. Ekonom yang disurvei Dow Jones memperkirakan inflasi utama naik 0,5% secara bulanan, sejalan dengan kenaikan pada Maret lalu. Sementara inflasi inti, di luar komponen makanan dan energi, diproyeksikan meningkat 0,4%.

Head of Portfolio Construction Citi Wealth, Olaolu Aganga, menilai pengeluaran untuk kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) mulai meluas ke luar sektor teknologi. Kondisi tersebut dinilai membuka peluang investasi di sektor lain.

“Ada tema-tema yang kami yakini akan terus berkembang seiring waktu, seperti keamanan energi dan infrastruktur,” ujar Aganga dalam acara CNBC Closing Bell: Overtime.

Menurut dia, perusahaan yang mendapat manfaat dari belanja modal terkait energi dan kemandirian jaringan listrik memiliki potensi keuntungan jangka panjang. Sektor tersebut dinilai menjadi alternatif menarik bagi investor yang tertinggal dalam reli saham teknologi sebelumnya.

Topik terkait
ASII UNVR IHSG siang turun IHSG sesi I melemah Dipicu saham TLKM Terbebani saham bluchips Wall Street Dow Futures Stock futures Stock Future Wall Street