Meroket 103%, Laba Bersih United Tractors Capai Rp15,9 Triliun pada Triwulan Ketiga 2022

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ€“ Laba bersih PT United Tractors Tbk (UNTR) pada triwulan ketiga 2022 meroket 103% menjadi Rp15,9 triliun, dibandingkan sebesar Rp7,8 triliun perolehan pada periode yang sama t...

Meroket 103%, Laba Bersih United Tractors Capai Rp15,9 Triliun pada Triwulan Ketiga 2022
Bacakan Artikel

STOCKWATCH.ID Kalcernomic STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ€“ Laba bersih PT United Tractors Tbk (UNTR) pada triwulan ketiga 2022 meroket 103% menjadi Rp15,9 triliun, dibandingkan sebesar Rp7,8 triliun perolehan pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan tajam laba Perseroan, demikian Sara Loebis, Corporate Secretary UNTR, seiring lonjakan pendapatan bersih sebesar Rp91,5 triliun. Capaian ini naik sebesar 58% dari Rp57,8 triliun pada periode yang sama tahun 2021.

โ€œMasing-masing segmen usaha, yaitu mesin konstruksi, kontraktor ย penambangan, pertambangan batu bara, pertambangan emas dan industri konstruksi secara berturut-turut memberikan kontribusi sebesar 30%, 36%, 27%, 6% dan 1% terhadap total pendapatan bersih konsolidasian,โ€ ujar Sarah, ditulis Kamis (3/11).

Sarah mengatakan, segmen usaha mesin konstruksi mencatat peningkatan penjualan alat berat Komatsu sebesar 107% menjadi 4.534 unit dibandingkan tahun lalu sebesar 2.194 unit. Berdasarkan riset pasar internal, Komatsu memimpin pangsa pasar alat berat sebesar 28%. Pendapatan Perseroan dari penjualan suku cadang dan jasa pemeliharaan alat juga mengalami peningkatan sebesar 35% menjadi Rp7,5 triliun.

โ€œPenjualan UD Trucks mengalami penurunan dari 340 unit menjadi 331 unit, dan penjualan produk Scania turun dari 471 unit menjadi 152 unit. Penurunan penjualan pada kedua merek tersebut disebabkan oleh adanya kendala pasokan produk. Secara total, pendapatan bersih dari segmen usaha Mesin Konstruksi meningkat sebesar 74% menjadi Rp27,4 triliun dibandingkan pada periode yang sama tahun 2021,โ€ jelasnya.

Untuk segmen usaha kontraktor penambangan, lanjut dia, dioperasikan oleh PT Pamapersada Nusantara (PAMA). Sampai dengan bulan September 2022, kontraktor penambangan membukukan pendapatan bersih sebesar Rp33,2 triliun, naik 37% dari Rp24,2 triliun. PAMA mencatat penurunan volume produksi batu bara sebesar 5% dari 88 juta ton menjadi 83 juta ton, dan peningkatan volume pekerjaan pemindahan tanah (overburden removal) sebesar 10% dari 630 juta bcm menjadi 691 juta bcm, dengan rata-rata stripping ratio sebesar 8,3x meningkat dari 7,2x.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: