Nielsen Sebut Unilever Paling Banyak Belanja Iklan Semester I 2022
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Nielsen merilis 20 perusahaan dengan belanja iklan terbanyak selama paruh pertama tahun 2022. Angka tersebut didapatkan dari seluruh media utama di Tanah Air dengan memanfaat...
STOCKWATCH.ID Kalcernomic STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Nielsen merilis 20 perusahaan dengan belanja iklan terbanyak selama paruh pertama tahun 2022. Angka tersebut didapatkan dari seluruh media utama di Tanah Air dengan memanfaatkan solusi Nielsen Ad Intel.
Menurut Nielsen, belanja iklan semester pertama 2022 mengalami kenaikan sekitar 7% dibandingkan periode yang sama sebelumnya. Adapun total belanja iklan per Juni 2022 mencapai Rp135 triliun berdasarkan gross rate card.
Nielsen Ad Intel mengungkapkan 20 kategori dan perusahaan dengan belanja iklan terbesar dalam semester 1 2022. Dari 20 perusahaan dengan jumlah iklan terbanyak, FMCG dan perusahaan online services masih mendominasi.
Adapun top 20 perusahaan di Indonesia dengan belanja iklan terbanyak berturut-turut adalah Unilever, Valorant, Mayora Procter & Gamble, Wings Food, Indofood Indonesia, Nestlé, Wings, Lazada Indonesia, Garena, Go Jek, Santos Jaya Abadi, Gudang Garam, Aqua Golden Mississippi, Blibli.com, Tokopedia, PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk, Walt Disney, Tempo Scan Pacific dan Ultra Sakti.
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...
- Buat Lunasi Utang, Tower Bersama (TBIG) Siap Rilis Surat Utang US$900 Juta
- Alfamart (AMRT) Tebar Dividen Jumbo Rp1,7 Triliun, Investor Kantongi Rp41,5 per...
- Gabriel Gagal di Adu Penalti, Mimpi Arsenal Juara Liga Champions Buyar
- Arsenal Gagal Angkat Trofi Liga Champions, Arteta Langsung Susun Kekuatan Baru
- PSG Cetak Sejarah di Budapest, Pertahankan Gelar Juara Liga Champions
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%