NINE Siapkan Right Issue I November 2025, Rampung April 2026: Dana Rp80 Miliar, Saham Bisa Naik?

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE) menargetkan pelaksanaan Right Issue I dimulai pada November 2025 dan rampung paling lambat April 2026. Komisaris Utama NINE, Noprian Fadli men...

NINE Siapkan Right Issue I November 2025, Rampung April 2026: Dana Rp80 Miliar, Saham Bisa Naik?
Bacakan Artikel

Sejauh ini, Poh Holding Pte Ltd telah merampungkan pembayaran akuisisi saham Techno9 Indonesia tahap kedua sebesar 100 juta lembar dengan nilai Rp1,9 miliar pada 22 Agustus 2025. Sebelumnya, Poh Holding sudah membayar akuisisi tahap pertama sebanyak 250 juta lembar senilai Rp4,75 miliar atau Rp19 per lembar pada 25 Juli 2025. Total saham yang telah ditransaksikan kepada Poh Holding mencapai 846.554.369 lembar.

Setelah akuisisi tuntas, Techno9 Indonesia akan menggelar RUPSLB. Agendanya meliputi pergantian pemegang saham pengendali, penetapan dewan komisaris, dan direksi baru. "Unik juga kalau mau right issue, tapi tidak ada pergantian pemilik saham dan BOD, berarti nanti duitnya buat saya dong," ujar Noprian sambil berseloroh.

Noprian menjelaskan harga tender wajib atau Mandatory Tender Offer (MTO) akan mengacu pada titik terendah harga saham tiga bulan terakhir. "Perkiraan untuk kapan pelaksanaan MTO dapat dilihat dari harga terendah selama ini, yaitu pada tanggal 26 Juni 2025 sebesar Rp55. Maka MTO akan dilaksanakan sekitar 90 hari dari tanggal tersebut, yaitu di akhir September 2025, atau bergeser sedikit di Oktober 2025," katanya.

Ia menambahkan jika pembayaran akuisisi digeser ke bulan berikutnya, harga MTO bisa lebih tinggi. "Jadi jika digeser tanggal pelunasannya, maka harga terendah saham NINE bisa tidak Rp55 per lembar saham, tapi dapat menjadi Rp60 per lembar saham atau Rp70 per lembar saham," ucapnya.

Sentimen pasar dinilai menjadi pendorong utama kenaikan harga saham Techno9 Indonesia belakangan ini. "Semakin tinggi harga itu naik, maka semakin tinggi kepercayaan publik atas corporate action Techno9 Indonesia," jelas Noprian. Ia mengklaim kenaikan rata-rata 9% bukan rekayasa karena regulasi membatasi kenaikan maksimum hanya 10%.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: