Obligasi Bank UOB Rp500 Miliar Resmi Tercatat di BEI Hari Ini, Imbal Hasil 6,5%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ€“ PT Bank UOB Indonesia resmi mencatatkan efek baru di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (12/1/2026). Emiten berkode BBIA ini menerbitkan Obligasi Subordinasi Berkelanjutan...

Obligasi Bank UOB Rp500 Miliar Resmi Tercatat di BEI Hari Ini, Imbal Hasil 6,5%
Bacakan Artikel

Dokumen penawaran juga memuat sejumlah risiko yang perlu diperhatikan investor. โ€œRisiko utama perseroan adalah risiko kredit, yaitu risiko kerugian yang timbul dari kegagalan debitur atau rekanan dalam memenuhi kewajiban keuangannya pada saat kewajiban tersebut sudah jatuh tempo,โ€ tulis manajemen dalam keterbukaan informasi dikutip Senin (12/1/2026). Risiko lain mencakup risiko likuiditas dan risiko operasional.

Berdasarkan laporan keuangan interim per 30 Juni 2025, Bank UOB Indonesia mencatatkan total aset Rp166,3 triliun. Total ekuitas tercatat Rp19,028 triliun. Kepemilikan saham mayoritas dipegang UOB International Investment Private Limited, Singapura sebesar 68,943%. United Overseas Bank Limited, Singapura memiliki 30,056%. Sisanya dimiliki Yayasan Kesejahteraan Nusantara dan publik.

Perseroan juga mengasuransikan aset tetap berupa tanah dan bangunan dengan biaya perolehan Rp653,841 miliar. Penutupan asuransi melibatkan PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk dan PT Great Eastern General Insurance Indonesia. Perlindungan mencakup risiko properti, uang, hingga tanggung jawab hukum pihak ketiga dengan batas pertanggungan mencapai jutaan USD untuk berbagai kategori risiko.

Struktur manajemen Bank UOB Indonesia dipimpin Hendra Gunawan sebagai Direktur Utama. Jajaran direksi terdiri dari Ardhi Wibowo, Paul Rafiuly, Harapman Kasan, Sonny Samuel, Henry Santoso, Cristina Teh Tan, dan W. Kartyono. Di jajaran komisaris, Wee Ee Cheong menjabat sebagai Komisaris Utama. Seluruh pengangkatan telah melalui uji kemampuan dan kepatutan dari OJK.

Saat ini Bank UOB Indonesia mengoperasikan jaringan di 16 provinsi. Jaringan tersebut mencakup 41 kantor cabang, 50 kantor cabang pembantu, dan 108 unit ATM. Layanan juga terhubung dengan jaringan ATM Prima dan ATM Bersama. Kegiatan usaha terbagi dalam segmen Personal Financial Services, Business Banking, Commercial Banking, Corporate Banking, dan Financial Institutions.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: