Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, BEI "Bedah" Transparansi Demi Jawab Warning MSCI

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ€“ Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak cepat merespons pengumuman mengejutkan dari lembaga indeks global, Morgan Stanley Capital International (MSCI). Langkah proaktif ini diamb...

Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, BEI "Bedah" Transparansi Demi Jawab Warning MSCI
Bacakan Artikel

STOCKWATCH.ID Kalcernomic STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ€“ Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak cepat merespons pengumuman mengejutkan dari lembaga indeks global, Morgan Stanley Capital International (MSCI). Langkah proaktif ini diambil guna menjaga posisi pasar modal Indonesia agar tidak turun kelas di mata investor dunia.

Direktur Utama BEI, Iman Rachman, menegaskan pihaknya telah melakukan gerilya ke Amerika Serikat (US) pada akhir tahun lalu. Ia bersama tim dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdiskusi langsung untuk memberikan data terbaik bagi pasar domestik.

"saya datang tanggal 8 Desember 2025 itu dengan Pak Irvan (Direktur BEI) ke US dengan OJK. Oke, sampai tanggal 15 Januari 2026 karena mau pengumuman MSCI, apa yang bisa di-submit oleh Bursa? Itu yang kita sampaikan," ujar Iman Rachman dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Iman menyebut masalah kecukupan data tersebut terus berkembang dalam diskusi hingga minggu lalu. Ia menekankan bursa terus berusaha bertindak tangkas atau agile demi menjembatani transparansi pasar modal.

"Kita kan juga coba agile, kalau bisa mempermudah mereka (MSCI) dan menjembatani pasar modal kita lebih transparan, why not? Kenapa tidak gitu," tambahnya.

Ancaman Turun Kelas

Pengumuman MSCI pada 27 Januari 2026 pukul 21:24 GMT menjadi alarm bagi pasar saham tanah air. MSCI menyoroti masalah mendasar pada kelayakan investasi akibat kurangnya transparansi struktur kepemilikan saham publik atau free float.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: