Per 16 Desember 2022, Investor Pasar Modal Capai 10,24 Juta
STOCKWATCH. (JAKARTA) - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat investor di pasar modal Indonesia mencapai 10,24 juta per 16 Desember 2022. Hal itu disampaikan oleh Uriep Budhi Prasetyo,...
STOCKWATCH.ID Kalcernomic STOCKWATCH. (JAKARTA) - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat investor di pasar modal Indonesia mencapai 10,24 juta per 16 Desember 2022. Hal itu disampaikan oleh Uriep Budhi Prasetyo, Direktur Utama KSEI , di Jakarta, Jumat (23/12/2022).
Menurut Uriep, jumlah total Single Investor Identification (SID) yang tercatat di KSEI hingga 16 Desember 2022 mencapai 14 juta. Itu terdiri dari jumlah investor pasar modal sebanyak 10,24 juta pemodal dan sekitar 4 juta SID S-Multivest bagi para pemilik Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).
Supranoto Prajogo, Direktur KSEI mengatakan, sejak akhir tahun 2021 hingga 16 Desember 2022, jumlah investor pasar modal telah tumbuh 36,7% dari sebelumnya 7,49 juta investor pada akhir 2021. Itu terdiri dari investor pemilik saham, surat utang, reksa dana, surat berharga negara (SBN) serta jenis efek lain yang tercatat di KSEI. Rinciannya adalah, 4,42 juta investor memiliki aset saham, surat utang dan efek lainnya,. Sebanyak 9,53 juta investor memiliki aset reksa dana dan 826 ribu investor memiliki aset SBN.
Berdasarkan data lyang tercatat di KSEI per tanggal 16 Desember 2022, jelas Supranoto, investor pasar modal didominasi laki-laki dengan besaran mencapai 62,63%. Sekitar 58,65% para pemilik modal tersebut berusia di bawah 30 tahun, dimana 32,21% diantaranya pegawai swasta, 62,95% lulusan SMA, 48,53% berpenghasilan Rp10-100 juta/tahun dan 69,09% berdomisili di pulau Jawa.
Supranoto menambahkan, 78,15% investor melakukan pembukaan rekening melalui selling agent fintech (financial technology). Sehingga, platform digital memang menjadi sarana yang banyak dimanfaatkan oleh investor untuk berinvestasi pasar modal.
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...
- Buat Lunasi Utang, Tower Bersama (TBIG) Siap Rilis Surat Utang US$900 Juta
- Alfamart (AMRT) Tebar Dividen Jumbo Rp1,7 Triliun, Investor Kantongi Rp41,5 per...
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...
- Buat Lunasi Utang, Tower Bersama (TBIG) Siap Rilis Surat Utang US$900 Juta
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Alfamart (AMRT) Tebar Dividen Jumbo Rp1,7 Triliun, Investor Kantongi Rp41,5 per...