Perampingan Grup, Bukit Asam Tutup dan Likuidasi Anak Usaha
STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Manajemen PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mengumumkan, pihaknya telah menutup dan melikuidasi PT Bukit Asam Mentana Ombilin (PT BAMO), anak usaha Perseroan di bidang penambangan gas...
STOCKWATCH.ID Kalcernomic STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Manajemen PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mengumumkan, pihaknya telah menutup dan melikuidasi PT Bukit Asam Mentana Ombilin (PT BAMO), anak usaha Perseroan di bidang penambangan gas metana batubara. PTBA adalah pengendali PT BAMO dengan kepemilikan 99,99% saham.
Keputusan ini disampaikan kepada pemangku kepentingan pada 19 April 2024 setelah memenuhi formalitas hukum yang diperlukan. Pemberitahuan resmi dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia diterima pada 17 April 2024, dengan pengumuman di koran pada 19 April 2024 untuk mematuhi Pasal 147 dan 149 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UUPT).
Dinna Permana Setiyani, Sekretaris Perusahaan PTBA dalam laporan keterbukaan informasi yang disampaikan ke BEI, Jumat (7/6/2024) mengatakan, penutupan dan likuidasi PT BAMO sehubungan dengan rencana restrukturisasi atau perampingan grup PTBA dalam rangka bertransformasi menjadi perusahaan agile.
Sesuai dengan UUPT, papar Dinna, penutupan PT BAMO dilakukan dengan proses likuidasi. PTBA telah menunjuk Saptanto Sarwo Basuki, Eclund Valery Silaban, SH dan Bryan R.L Tambunan, SH sebagai likuidator untuk pembubaran PT BAMO.
Dinna mengatakan, penutupan PT BAMO tidak berdampak terhadap keuangan konsolidasi dan kelangsungan usaha PTBA karena PT BAMO belum beroperasi komersial sejak didirikan tahun 2007. Setelah likuidasi, PTBA akan menghentikan pengakuan aset dan liabilitas PT BAMO pada nilai tercatatnya, dengan setiap perbedaan yang timbul dari penghentian pengakuan ini akan diakui dalam laba rugi. ย Status badan hukum PT BAMO akan dihapus dari daftar perusahaan di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia setelah proses likuidasi selesai.
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...
- Buat Lunasi Utang, Tower Bersama (TBIG) Siap Rilis Surat Utang US$900 Juta
- Alfamart (AMRT) Tebar Dividen Jumbo Rp1,7 Triliun, Investor Kantongi Rp41,5 per...
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...
- Buat Lunasi Utang, Tower Bersama (TBIG) Siap Rilis Surat Utang US$900 Juta
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Neraca Perdagangan Indonesia (NPI) Surplus US$5,64 Miliar pada Januari-April 202...