Perjalanan Krestijanto hingga Jadi CEO dan Kepercayaan Dirinya pada IPO MDLA!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA0) - President Director PT Medela Potentia Tbk (MDLA), Krestijanto Pandji, dikenal sebagai sosok pemimpin yang punya gaya kepemimpinan unik. Ia menyebut dirinya sebagai seorang "...

Perjalanan Krestijanto hingga Jadi CEO dan Kepercayaan Dirinya pada IPO MDLA!
Bacakan Artikel

STOCKWATCH.ID Kalcernomic STOCKWATCH.ID (JAKARTA0) - President Director PT Medela Potentia Tbk (MDLA), Krestijanto Pandji, dikenal sebagai sosok pemimpin yang punya gaya kepemimpinan unik. Ia menyebut dirinya sebagai seorang "konduktor" dalam menjalankan perusahaan.

"Kalau di musik, konduktor itu harus tahu kapan violin berbunyi, kapan penyanyi harus masuk. Begitu juga dalam tim kerja. Saya tidak mungkin menjalankan semuanya sendiri," ujar Krestijanto, kepada stockwatch.id.

Baginya, teamwork adalah kunci utama. Setiap masalah harus dibicarakan dan diselesaikan bersama. "Yang penting jangan emosi. Kita harus punya empati, tahu kondisi tim kita, dan pintar mencari peluang," katanya.

Krestijanto tidak langsung menduduki posisi puncak. Ia merintis kariernya dari bawah. Lulusan University of Washington dan University of Southern California ini sempat bekerja di Amerika Serikat selama 7 tahun sebelum kembali ke Indonesia.

Perjalanan kariernya dimulai di Gajah Tunggal, lalu berlanjut ke berbagai perusahaan di bidang packaging, kimia, dan farmasi. "Saya sempat turun pangkat dari CEO ke Marketing Manager saat pindah ke industri farmasi. Tapi itu bagian dari proses belajar," ungkapnya.

Setelah 16 tahun berkarier di Dexa Group, ia ditunjuk untuk memimpin PT Medela Potentia. Di sinilah ia menerapkan gaya kepemimpinan "konduktor"-nya.

Bagi Krestijanto, kesuksesan bukan soal menjadi Superman. "Superman itu cuma ada di film. Dalam dunia nyata, kita butuh tim yang solid. Saya percaya keberhasilan datang dari kerja sama yang baik," tegasnya.

Di balik kesibukannya, Krestijanto tetap menjaga keseimbangan hidup. Ia menghabiskan waktu bersama keluarga saat akhir pekan. "Kadang cuma makan bareng. Santai saja, nggak perlu yang aneh-aneh," katanya.

Sebagai seorang ayah, ia bangga ketiga putranya sudah mandiri. "Laki semua, sudah pada kerja," ujarnya.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: