Porsi Asing di Pasar Saham Indonesia Menciut Jadi 45,6% per April 2024
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Kustodian Sentra Efek Indonesia (KSEI) mencatat, porsi asing di pasar saham Indonesia per akhir April 2024 sebesar 45,6%. Realisasi tersebut turun dari posisi akhir April...
STOCKWATCH.ID Kalcernomic STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Kustodian Sentra Efek Indonesia (KSEI) mencatat, porsi asing di pasar saham Indonesia per akhir April 2024 sebesar 45,6%. Realisasi tersebut turun dari posisi akhir April 2023 yakni 46,8%. Porsi kepemilikan asing terpantau terus turun dari tahun ke tahun. Sebagai gambaran, pada 2020 asing menguasai 49,1% dari total aset di pasar saham, turun menjadi 45,5% pada 2021, dan turun menjadi 45,3% pada 2022. Namun naik menjadi 46,8% pada 2023.
Sebaliknya, investor domestik semakin mendominasi pasar saham Indonesia. Tercatat, per akhir April 2024 porsi kepemilikan investor domestik sebesar 38,8%, naik dari akhir Aprilย 2023 sebesar 34,2%. Adapun kepemilikan investor ritel turun dari 19% per akhir April 2023 menjadi 15,6% per akhir April 2024.
Menurut data statistik KSEI, peningkatan porsi kepemilikan domestik di pasar saham juga dibarengi pertumbuhan investor baru yang sangat signifikan beberapa waktu belakangan.
Sementara itu, komposisi transaksi investor asing mengalami peningkatan sejak 2021. Adapun rata-rata nilai transaksi harian pada 2021 mencapai Rp13,4 triliun. Investor asing menguasai 24,9% (Rp3,3 triliun) dari nilai transaksi tersebut, pemodal lokal menguatai 18,9% (Rp2,5 trilin), dan investor ritel menguasai mayoritas, yaitu 56,2% (Rp7,5 triliun) dari rata-rata nilai transaksi harian pada 2021.
Di tahun 2022, porsi asing bertambah menjadi 30,8% (Rp4,5 triliun), investor lokal naik menjadi 24,5% (Rp3,6 triliun), dan investor ritel turun menjadi 44,7% (Rp6,6 triliun) dari total rata-rata nilai transaksi harian pada 2022 sebesar Rp14,7 triliun.
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...
- Buat Lunasi Utang, Tower Bersama (TBIG) Siap Rilis Surat Utang US$900 Juta
- Alfamart (AMRT) Tebar Dividen Jumbo Rp1,7 Triliun, Investor Kantongi Rp41,5 per...
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...
- Buat Lunasi Utang, Tower Bersama (TBIG) Siap Rilis Surat Utang US$900 Juta
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Alfamart (AMRT) Tebar Dividen Jumbo Rp1,7 Triliun, Investor Kantongi Rp41,5 per...