Ramal Pasar Obligasi Stabil di Semester II, Mirae Asset: Waktunya Trading SBN Jangka Pendek!
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia meramakan harga pasar Surat Berharga Negara (SBN) dengan tenor menengah-pendek (2 tahun-5 tahun) dapat menguat dalam waktu dekat, mengingat...
Bella juga mengungkapkan bahwa saat ini, investor lebih memilih instrumen obligasi tenor pendek dan memanfaatkan jadwal jatuh tempo yang sudah dekat untuk mengelola risiko dengan lebih baik.
Menurut Bella, fluktuasi pasar instrumen pendapatan tetap saat ini masih sangat dipengaruhi oleh data makroekonomi, terutama dari AS. Namun, kemungkinan penurunan suku bunga global dan domestik tetap menjadi tema utama tahun ini.
Bella mengemukakan, meskipun suku bunga global masih tinggi, hal ini tidak mengurangi daya tarik dari Surat Berharga Negara (SBN) Indonesia. Tingkat imbal hasil (yield) real dari SBN Indonesia tenor 10 tahun yang berada di kisaran 3,9% masih cukup menarik. Faktor utama yang memengaruhi hal ini adalah tingkat inflasi yang terjaga stabil, yang tercatat sebesar 2,75% pada bulan Februari. Ini berarti real yield SBN Indonesia masih lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia, China, dan India. Saat ini, selisih (spread) antara SBN tenor 10 tahun dengan Obligasi AS (US Treasury) tenor 10 tahun sudah menyempit, sebesar 236 basis poin (bps). Besaran 100 bps setara dengan 1%.
Sempitnya selisih yield antara kedua instrumen tersebut menunjukkan bahwa pelaku pasar cukup bijaksana dalam memilih obligasi asal Indonesia dibandingkan dengan obligasi dari negara-negara lain. Tenor 10 tahun menjadi salah satu tolok ukur utama di pasar obligasi, bersama dengan tenor 5 tahun, 15 tahun, dan 20 tahun.
“Harga obligasi pemerintah tenor 10 tahun bisa naik, sehingga yield saat ini yang ada di 6,5%-6,7%, nanti untuk akhir semester II/2024 akan bisa turun ke 6%,” imbuhnya.
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...
- Buat Lunasi Utang, Tower Bersama (TBIG) Siap Rilis Surat Utang US$900 Juta
- Alfamart (AMRT) Tebar Dividen Jumbo Rp1,7 Triliun, Investor Kantongi Rp41,5 per...
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...
- Buat Lunasi Utang, Tower Bersama (TBIG) Siap Rilis Surat Utang US$900 Juta
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Alfamart (AMRT) Tebar Dividen Jumbo Rp1,7 Triliun, Investor Kantongi Rp41,5 per...