Rencana Gencatan Senjata 60 Hari Terganjal, Iran Kembali Luncurkan Rudal

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) โ€“ Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah angkatan bersenjata Iran melaporkan peluncuran rudal ke sejumlah sasaran misterius pada Kamis malam (28/5/2026) waktu se...

Rencana Gencatan Senjata 60 Hari Terganjal, Iran Kembali Luncurkan Rudal
Bacakan Artikel

"Tim telah bolak-balik melakukan negosiasi," ujar Bessent dalam konferensi pers di Gedung Putih.

Bessent menekankan Trump memiliki batasan tegas atau red lines untuk setiap perjanjian. Iran wajib menyerahkan uranium yang diperkaya tinggi dan menghentikan ambisi senjata nuklirnya. Selain itu, Selat Hormuz harus tetap terbuka bebas untuk pelayaran internasional seperti sebelum perang pecah.

Situasi diplomasi ini berbanding terbalik dengan kondisi di lapangan yang terus memanas. Departemen Keuangan AS baru saja menjatuhkan sanksi kepada Persian Gulf Strait Authority. Badan tersebut dibentuk Teheran untuk mengontrol lalu lintas di Selat Hormuz.

Sanksi ini merupakan bagian dari "Operation Economic Fury". Ini adalah strategi pemerintahan Trump untuk menekan keuangan Teheran sebagai pengganti kampanye militer. Bessent juga memperingatkan negara-negara lain, termasuk Oman, agar tidak bekerja sama dengan Iran terkait pungutan biaya (tol) di selat tersebut.

"Oman, khususnya, harus tahu Departemen Keuangan AS akan secara agresif menargetkan aktor mana pun yang terlibat โ€” secara langsung atau tidak langsung โ€” dalam memfasilitasi pungutan tol di Selat tersebut dan mitra mana pun yang bersedia akan dihukum," tulis Bessent melalui akun media sosial X miliknya.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: