Saham SBAT Kena Suspensi Lagi, BEI Beberkan Alasannya
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) –– Bursa Efek Indonesia kembali menghentikan sementara perdagangan saham PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk (SBAT). Keputusan ini berlaku di seluruh pasar sejak sesi IV per...
STOCKWATCH.ID Kalcernomic STOCKWATCH.ID (JAKARTA) –– Bursa Efek Indonesia kembali menghentikan sementara perdagangan saham PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk (SBAT). Keputusan ini berlaku di seluruh pasar sejak sesi IV periodic call auction pada Rabu, 20 Agustus 2025.
Penghentian perdagangan ini tertuang dalam Pengumuman Penghentian Sementara Perdagangan Efek No. Peng-SPT-00006/BEI.PP1/08-2025 yang dipublikasikan di laman resmi BEI.
Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI, Pande Made Kusuma Ari A, menyampaikan kebijakan ini sesuai ketentuan dalam Peraturan Nomor I-X tentang Penempatan Pencatatan Efek Bersifat Ekuitas pada Papan Pemantauan Khusus.
“Ketentuan V.1 Peraturan I-X mengatur Bursa melakukan suspensi efek kepada perusahaan tercatat yang telah berada dalam papan pemantauan khusus lebih dari 1 tahun berturut-turut,” ujarnya, dikutip Kamis (21/8/2025).
Dalam peraturan tersebut dijelaskan suspensi dilakukan untuk menjaga perdagangan efek agar tetap teratur, wajar, dan efisien. BEI menegaskan hingga 20 Agustus 2025, ada 1 perusahaan yang memenuhi kriteria dalam ketentuan III.1.8, yakni SBAT.
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...
- Buat Lunasi Utang, Tower Bersama (TBIG) Siap Rilis Surat Utang US$900 Juta
- Alfamart (AMRT) Tebar Dividen Jumbo Rp1,7 Triliun, Investor Kantongi Rp41,5 per...
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...
- Buat Lunasi Utang, Tower Bersama (TBIG) Siap Rilis Surat Utang US$900 Juta
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Alfamart (AMRT) Tebar Dividen Jumbo Rp1,7 Triliun, Investor Kantongi Rp41,5 per...