Sudah 6 Tahun IPO, NATO Masih Simpan Dana Rp127,7 Miliar! Ini Penggunaannya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Surya Permata Andalan Tbk (NATO) merilis laporan terbaru mengenai penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO). Hingga periode 31...

Sudah 6 Tahun IPO, NATO Masih Simpan Dana Rp127,7 Miliar! Ini Penggunaannya
Bacakan Artikel

STOCKWATCH.ID Kalcernomic STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Surya Permata Andalan Tbk (NATO) merilis laporan terbaru mengenai penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO). Hingga periode 31 Desember 2025, perusahaan perhotelan ini tercatat masih mengantongi sisa dana hasil IPO dalam jumlah besar. Angkanya mencapai Rp127,717 miliar.

Direktur Utama NATO, Gede Putu Adnawa menyampaikan laporan ini kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 13 Januari 2026. Berdasarkan dokumen resmi perusahaan, NATO memperoleh hasil bruto dari IPO sebesar Rp206 miliar. Penawaran umum ini telah efektif sejak 14 Januari 2019.

Perusahaan mengeluarkan biaya penawaran umum sebesar Rp6 miliar. Biaya tersebut mencakup jasa penjaminan emisi Rp515 juta (0,25%) dan jasa penyelenggaraan Rp515 juta (0,25%). Selain itu, ada biaya jasa penjualan Rp515 juta (0,25%) dan profesi penunjang pasar modal Rp3,703 miliar (1,8%). Biaya lain-lain tercatat sebesar Rp651,600 juta (0,32%).

Setelah dikurangi biaya-biaya tersebut, NATO menerima hasil realisasi bersih sebesar Rp200 miliar. Perusahaan telah menyerap dana tersebut sebanyak Rp72,282 miliar untuk kebutuhan entitas anak.

Secara rinci, dana mengalir ke PT Mitra Graha Tangguhperkasa sebesar Rp40 miliar. Dana ini digunakan untuk pembelian tanah, pembangunan, dan inventaris. Padahal, rencana awal dalam prospektus mengalokasikan Rp100 miliar atau 50% dari total dana.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2