Tensi Perang AS-Iran Memanas, Indeks Berjangka Wall Street Jatuh dan Harga Minyak Melambung

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street dibayangi awan mendung pada pembukaan perdagangan pekan ini. Indeks berjangka (futures) merosot tajam pada Minggu malam waktu se...

Tensi Perang AS-Iran Memanas, Indeks Berjangka Wall Street Jatuh dan Harga Minyak Melambung
Bacakan Artikel

Ketegangan makin memuncak menyusul ancaman terbaru dari Gedung Putih. Trump mengancam akan menghancurkan seluruh pembangkit listrik dan jembatan di Iran. Langkah ekstrem ini bakal diambil jika Teheran tidak segera menyetujui kesepakatan damai.

Situasi menjadi sangat genting mengingat masa berlaku gencatan senjata kedua negara akan habis pada pekan ini. Kegagalan negosiasi di Pakistan membuat pasar khawatir akan pecahnya perang terbuka. Investor kini cenderung menghindari aset berisiko dan beralih ke instrumen yang lebih aman.

Kenaikan tensi geopolitik ini berdampak langsung pada pasar energi. Harga minyak mentah dunia melonjak dalam perdagangan awal. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melesat 7% ke level Rp USD 90,33 per barel. Minyak mentah Brent juga melambung 7% ke posisi Rp USD 96,88 per barel.

Padahal, Wall Street baru saja menikmati pekan yang sangat menguntungkan. S&P 500 dan Nasdaq Composite sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa. Hal ini terjadi setelah adanya kabar gencatan senjata antara Iran dan Lebanon pada beberapa hari lalu.

Saat itu, Iran sempat menyatakan Selat Hormuz telah dibuka kembali untuk lalu lintas kapal. Namun, situasi berubah drastis pada hari Sabtu. Lalu lintas kapal di jalur pelayaran vital tersebut kembali dibatasi oleh otoritas setempat.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: