Trump Ancam Naikkan Tarif Impor hingga 70%, Kirim Surat ke 12 Negara Mulai Senin
STOCKWATCH.ID (NEWJERSEY) – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali mengguncang pasar global dengan rencana kenaikan tarif impor. Ia menyatakan telah menandatangani surat kepada 12 negara terk...
Kebijakan tarif ini merupakan bagian dari strategi perdagangan global Trump yang selama ini memicu ketegangan dan membuat pasar keuangan bergejolak. Pada April, Trump mengumumkan tarif dasar sebesar 10% dan tambahan yang bisa mencapai 50% untuk sebagian besar negara.
Namun, tambahan tarif di luar 10% itu sempat ditangguhkan selama 90 hari guna memberi waktu negosiasi. Masa tenggang tersebut akan berakhir pada 9 Juli.
Trump menyebut tarif bisa saja dinaikkan lebih tinggi lagi, bahkan mencapai 70%. Sebagian besar dari tarif itu dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Agustus.
Pemerintahan Trump awalnya berencana melakukan negosiasi dengan puluhan negara soal tarif. Namun, rencana itu mengalami banyak hambatan, termasuk dengan Jepang dan Uni Eropa, sehingga Trump kini lebih memilih jalur langsung.
"Surat lebih baik… jauh lebih mudah mengirim surat," ujarnya singkat pada Jumat malam.
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...
- Buat Lunasi Utang, Tower Bersama (TBIG) Siap Rilis Surat Utang US$900 Juta
- Alfamart (AMRT) Tebar Dividen Jumbo Rp1,7 Triliun, Investor Kantongi Rp41,5 per...
- Stock Futures Bergerak Datar, Wall Street Menunggu Kepastian dari Timur Tengah
- Wall Street Tutup Mei dengan Rekor Baru, Saham Dell Melonjak 33% di Tengah Eufor...
- Harapan Gencatan Senjata AS-Iran Menguat, Bursa Eropa Kompak Parkir di Zona Hija...
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%