Trump Batal Kasih Tarif ke Eropa, Bursa Saham Asia Kompak Rebound
STOCKWATCH.ID (TOKYO) Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik kompak menguat pada penutupan perdagangan Kamis (22/1/2026). Investor menyambut baik langkah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membat...
Kenaikan bursa Korea Selatan terjadi di tengah data ekonomi domestik yang melambat. Ekonomi negara tersebut menyusut 0,3% pada kuartal Oktober hingga Desember. Pertumbuhan ekonomi setahun penuh melambat menjadi 1%, angka terlemah sejak tahun 2020.
Bursa Jepang juga mencatatkan kinerja positif. Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan berakhir di posisi 53.688,89. Hasil ini sekaligus memutus tren penurunan yang terjadi selama lima hari berturut-turut. Indeks Topix yang lebih luas juga naik 0,74% menjadi 3.616,38.
Data perdagangan Jepang pada Desember menunjukkan pertumbuhan ekspor sebesar 5,1%. Meski tumbuh, angka ini meleset dari perkiraan para analis yang dihimpun Reuters.
Pasar saham China mencatatkan kenaikan tipis. Indeks CSI 300 di China daratan naik 0,01% ke level 4.723,71. Indeks Hang Seng di Hong Kong juga merangkak naik pada jam terakhir perdagangan.
Bursa Australia turut menghijau. Indeks S&P/ASX 200 ditutup naik 0,75% ke level 8.848,7. Pencapaian ini membalikkan keadaan setelah indeks tersebut jatuh pada sesi sebelumnya.
- 1
- 2
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...
- Buat Lunasi Utang, Tower Bersama (TBIG) Siap Rilis Surat Utang US$900 Juta
- Alfamart (AMRT) Tebar Dividen Jumbo Rp1,7 Triliun, Investor Kantongi Rp41,5 per...
- Stock Futures Bergerak Datar, Wall Street Menunggu Kepastian dari Timur Tengah
- Wall Street Tutup Mei dengan Rekor Baru, Saham Dell Melonjak 33% di Tengah Eufor...
- Harapan Gencatan Senjata AS-Iran Menguat, Bursa Eropa Kompak Parkir di Zona Hija...
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%