Trump Gugat JPMorgan Chase USD 5 Miliar, Tuduh Bank Lakukan Diskriminasi Politik
STOCKWATCH.ID (FLORIDA) โ Donald Trump resmi melayangkan gugatan hukum terhadap JPMorgan Chase. Bank terbesar di Amerika Serikat ini dituntut membayar ganti rugi sebesar USD 5 miliar. Trump menuduh ba...
Ia juga menambahkan poin terkait situasi politik saat pemutusan hubungan bisnis terjadi. Trump merasa bank hanya mengikuti arus opini publik saat itu.
โIntinya, JPMC melakukan debanking pada akun penggugat karena percaya tren politik saat itu mendukung langkah tersebut,โ ungkapnya.
Selain masalah penutupan akun, Trump menuduh bank melakukan fitnah dagang. Ia mengeklaim namanya dan bisnis keluarganya dimasukkan ke dalam daftar hitam. Daftar ini diduga dibagikan kepada bank lain untuk menandai orang-orang yang dianggap melakukan aktivitas nakal.
Fenomena "debanking" atau penutupan rekening secara sepihak memang menjadi perhatian serius bagi Trump. Ia sebelumnya telah memerintahkan peninjauan terhadap aktivitas bank-bank besar terkait praktik ini.
Bulan lalu, regulator menemukan sembilan bank besar melakukan perbedaan perlakuan yang tidak tepat terhadap nasabah. Beberapa sektor seperti minyak, gas, dan hiburan dewasa dilaporkan mengalami pembatasan akses perbankan.
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...
- Buat Lunasi Utang, Tower Bersama (TBIG) Siap Rilis Surat Utang US$900 Juta
- Alfamart (AMRT) Tebar Dividen Jumbo Rp1,7 Triliun, Investor Kantongi Rp41,5 per...
- Stock Futures Bergerak Datar, Wall Street Menunggu Kepastian dari Timur Tengah
- Wall Street Tutup Mei dengan Rekor Baru, Saham Dell Melonjak 33% di Tengah Eufor...
- Harapan Gencatan Senjata AS-Iran Menguat, Bursa Eropa Kompak Parkir di Zona Hija...
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...